Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 26 Juni 2025 | 19.57 WIB

Jika Sebuah Film atau Buku Pernah Membuat Anda Menangis, Psikologi Mengatakan Anda Memiliki 7 Ciri Kepribadian Khas Ini

seseorang yang pernah menangis gara-gara buku./Freepik - Image

seseorang yang pernah menangis gara-gara buku./Freepik

JawaPos.com - Pernahkah Anda membaca sebuah buku atau menonton sebuah film dan tiba-tiba air mata mengalir tanpa bisa dikendalikan?

Entah itu adegan perpisahan yang menyentuh, kisah perjuangan yang penuh haru, atau akhir tragis dari tokoh favorit, respons emosional ini ternyata bukan hanya soal sensitivitas sesaat.

Menurut psikologi, menangis karena tergerak oleh cerita fiksi mencerminkan kepribadian tertentu yang istimewa dan mendalam.

Orang-orang yang mudah tersentuh oleh film atau buku sering kali memiliki struktur emosional dan mental yang lebih kompleks dibandingkan mereka yang tidak begitu terpengaruh.

DIlansir dari Geediting pada Kamis (26/6), terdapat tujuh ciri kepribadian khas yang biasanya dimiliki oleh mereka yang pernah menangis karena karya fiksi:

1. Empati Tinggi

Menangis karena cerita fiksi adalah salah satu tanda paling jelas bahwa Anda memiliki tingkat empati yang tinggi.

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain, bahkan ketika mereka hanyalah karakter dalam cerita.

Saat Anda menangis karena tokoh dalam film menderita atau mendapatkan keadilan, itu menunjukkan bahwa otak Anda menanggapi penderitaan tersebut seolah-olah nyata.

Menurut psikolog, empati tinggi memungkinkan seseorang untuk menjalin hubungan sosial yang kuat, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan lebih mudah membangun kepercayaan.

Tak heran jika orang yang sering menangis karena cerita fiksi juga dikenal sebagai teman yang hangat dan suportif.

2. Imajinasi Aktif dan Kaya

Orang yang menangis saat menonton film atau membaca novel biasanya memiliki imajinasi yang sangat hidup.

Mereka tidak hanya "menonton" atau "membaca" — mereka masuk ke dalam dunia cerita, membayangkan adegan demi adegan dengan sangat jelas, dan ikut merasakan setiap emosi yang dialami karakter.

Psikologi menyebut ini sebagai “transportasi naratif”, yaitu kondisi ketika seseorang benar-benar larut dalam alur cerita.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore