Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Juni 2025 | 00.33 WIB

Hilangnya Kepercayaan hingga Merusak Masa Depan: 10 Dampak Ingkar Janji yang Sering Diabaikan

Ilustrasi janji. (Photo by alise storsul on Unsplash) - Image

Ilustrasi janji. (Photo by alise storsul on Unsplash)

JawaPos.com - Janji dapat dimaknai sebagai sebuah ikrar atau bentuk kesanggupan seseorang untuk menunaikan sesuatu, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain. Saat seseorang mengucapkan janji kepada pihak lain, pada dasarnya janji tersebut menjadi kewajiban moral untuk ditepati.

Tujuannya agar dapat menjaga kepercayaan dan mencegah timbulnya kekecewaan di hati orang yang diberi janji. Janji layaknya sebuah utang yang wajib untuk dipenuhi.

Berdasarkan artikel dari Yatim Mandiri, dalam ajaran Islam, orang yang mengingkari janji digolongkan ke dalam ciri orang munafik. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

"Tanda-tanda orang munafik ada tiga: apabila berkata ia berdusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila diberi amanah ia berkhianat."

Sementara itu, laman Universitas Kebangsaan menyebutkan bahwa perilaku ingkar janji termasuk tindakan tercela yang dapat menimbulkan beragam dampak buruk. Memahami risiko dan bahaya dari perbuatan ini sangat penting agar dapat dihindari serta diantisipasi sedini mungkin.

Lantas, apa yang akan terjadi bila janji yang sudah terucap ternyata tidak ditepati? Berikut ini beberapa dampak yang bisa timbul akibat kebiasaan mengingkari janji.

1. Menimbulkan Beban Emosional
Sikap ingkar janji seringkali menimbulkan perasaan tidak nyaman yang mendalam. Pelakunya akan dihantui rasa bersalah, malu, serta tidak enak hati. Di sisi lain, pihak yang dikecewakan bisa mengalami kemarahan, sakit hati, hingga frustrasi. Beban emosional ini akan memengaruhi kualitas hubungan sosial dan kehidupan sehari-hari.

2. Merusak Reputasi di Masyarakat
Kebiasaan mengingkari janji dapat merusak citra diri di mata orang lain. Seseorang akan dinilai tidak memiliki etika yang baik dan kurang dapat dipercaya. Reputasi yang buruk ini bisa menghambat berbagai peluang dan mengurangi kesempatan untuk berkembang di masa depan.

3. Sulit Mendapatkan Kepercayaan
Kehilangan kepercayaan menjadi salah satu dampak utama dari seringnya ingkar janji. Seperti yang disampaikan Sulaiman Tripa dalam bukunya Mari Hidup Bersemangat (2019), kepercayaan yang sudah rusak akan sulit untuk dipulihkan, baik dalam keluarga, lingkungan kerja, sekolah, maupun masyarakat. Hal ini akan mengganggu keharmonisan relasi sosial.

4. Memicu Rasa Benci dari Orang Lain
Ketika janji diingkari tanpa alasan yang jelas, pihak yang merasa dirugikan bisa menumbuhkan rasa benci. Dalam ajaran Islam, perbuatan ini bukan hanya berdampak pada hubungan antarmanusia, tetapi juga dapat mendatangkan dosa di sisi Allah.

5. Membuat Lingkungan Sosial Menjauh
Orang yang sering ingkar janji cenderung dijauhi oleh teman, kolega, atau bahkan keluarga. Mereka merasa kecewa dan enggan kembali menjalin hubungan dekat karena sudah kehilangan kepercayaan.

6. Hambatan dalam Pemberian Amanah
Seseorang yang tidak konsisten dengan ucapannya akan sulit dipercaya untuk memikul tanggung jawab. Lingkungan sekitar cenderung ragu untuk menyerahkan tugas atau kepercayaan penting karena ada pengalaman buruk sebelumnya.

7. Merusak Hubungan yang Telah Terjalin
Ingkar janji dapat menghancurkan pondasi hubungan yang sudah dibangun dengan susah payah. Hal ini rentan menimbulkan konflik dan perpecahan, bahkan menyebabkan retaknya hubungan baik yang sudah lama terjalin.

8. Mengurangi Kebahagiaan Hidup
Sikap tidak menepati janji akan menuai akibat serupa. Orang yang terbiasa ingkar janji berpotensi mendapatkan perlakuan yang sama dari orang lain. Kondisi ini akan menimbulkan kekecewaan yang berulang dan mengurangi kebahagiaan dalam hidup.

9. Memunculkan Kecemasan Berlarut-larut
Mereka yang sering ingkar janji kerap merasa waswas, gelisah, dan tidak tenang. Dalam Islam, kondisi ini dianjurkan untuk diatasi dengan bertaubat dan bertekad memperbaiki diri agar tidak mengulangi kesalahan serupa.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore