Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 21.40 WIB

7 Perilaku Orang yang Sering Lari dari Masalah, Daripada Menghadapinya dengan Berani

7 Perilaku Orang yang Sering Lari dari Masalah, Daripada Menghadapinya dengan Berani - Image

7 Perilaku Orang yang Sering Lari dari Masalah, Daripada Menghadapinya dengan Berani

JawaPos.com - Setiap orang pasti punya masalah dalam hidup. Tapi cara kita menyikapinya bisa sangat berbeda.

Ada yang memilih menghadapi masalah dengan kepala tegak, tapi ada juga yang lebih suka menghindar berharap masalahnya akan hilang dengan sendirinya. Sayangnya, itu tidak pernah berhasil.

Melarikan diri dari masalah bukanlah solusi. Itu hanya membuat masalah bertumpuk, seperti menaruh debu di bawah karpet—kelihatan bersih, tapi sebenarnya kotorannya tetap ada.

Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas 7 perilaku umum yang dilakukan orang ketika mereka memilih lari dari masalah daripada menghadapinya langsung.

Dilansir JawaPos.com dari laman Blog Herald pada Kamis, 5 Juni 2025. Coba cek, apakah kamu pernah (atau sedang) melakukannya?

1. Menunda-Nunda (Procrastination)
“Nanti saja” bisa berubah jadi “tidak pernah”
Penundaan adalah salah satu bentuk pelarian paling umum.

Bukan sekadar malas, orang yang suka menunda-nunda biasanya sedang merasa takut: takut gagal, takut tidak sempurna, atau bahkan takut menghadapi kenyataan.

Ketika ada masalah, mereka memilih menundanya sambil bilang, “Saya akan mengurusnya nanti.” Tapi sering kali, nanti berubah jadi tidak pernah.

Masalah akhirnya menumpuk, membebani pikiran, dan menambah stres.

Jika kamu sering menunda sesuatu yang penting, coba refleksikan:
Apakah ini benar-benar karena kamu sibuk, atau karena kamu menghindar dari masalah?

2. Mengabaikan Masalah
“Kalau aku pura-pura nggak lihat, mungkin masalahnya akan hilang.”
Sayangnya, tidak.

Mengabaikan masalah tidak membuatnya lenyap. Itu hanya memperpanjang penderitaanmu.

Bayangkan kamu punya luka yang harus dijahit, tapi kamu hanya tempelkan plester dan berharap sembuh. Hasilnya? Luka malah makin parah.

Saya pernah punya konflik dengan teman dekat. Alih-alih menyelesaikannya, saya memilih diam. Tapi bukannya tenang, saya malah gelisah terus.

Masalah yang diabaikan tetap akan muncul dalam bentuk kecemasan, rasa bersalah, atau bahkan konflik yang lebih besar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore