Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 15.52 WIB

Pribadi yang Diam-diam Memutuskan Hubungan secara Sepihak Akan Berdampak Terhadap 5 Hal Ini

Ilustrasi pasangan kekasih mengakhiri hubungannya. (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan kekasih mengakhiri hubungannya. (Freepik)

JawaPos.com – Memutuskan hubungan secara sepihak atau yang biasa disebut dengan ghosting merupakan berakhirnya komunikasi antar individu. Komunikasi akan berakhir tiba-tiba dan tidak ada diskusi tentang perpisahan sebelumnya. Hal ini muncul sebagai istilah modern dan sebagian besar digunakan di kalangan generasi muda.

Banyak sekali penyebab beberapa orang memtusukan untuk mengakhiri hubungan tanpa persetujuan pasangan dimana dapat memiliki banyak efek psikologis bagi kedua belah pihak dalam hubungan, baik itu romantis, platonis, atau terkait pekerjaan.

Sayangnya, orang-orang dari segala usia dapat mengklaim bahwa mereka telah berada di salah satu atau kedua ujung hubungan yang langsung memutuskan hubungan seperti ini.

Melansir dari laman Online Psychology Degree Guide, berikut 5 dampak memutuskan hubungan secara sepihak.

1. Membutuhkan waktu beberapa hari mengetahui bahwa telah dighosting

Psikologi ghosting adalah topik yang menarik dengan banyak faktor. Sementara ghosting mengacu pada akhir percakapan yang tiba-tiba, mungkin butuh waktu untuk menyadari bahwa Anda sedang di-ghosting oleh seseorang.

Ini mungkin karena kita tidak akan pernah berasumsi bahwa seseorang akan memutuskan hubungan dengan kita tanpa percakapan yang tepat. Mungkin juga karena kita tidak percaya bahwa kita telah melakukan sesuatu yang membuat mereka kesal.

Ini berarti bahwa ketika seseorang tidak menanggapi pesan teks, panggilan telepon, email, dll, kita mungkin tidak segera menyadari bahwa kita sedang dighosting.

2. Menyakiti hati salah satu pihak

Salah satu hal penting yang bisa diambil dari psikologi ghosting adalah memahami rasa sakit di baliknya. Tidak ada cara untuk menghindari kebenaran sederhana dari masalah ini.

Ghosting menyakitkan. Dan bagi banyak orang, ghosting lebih menyakitkan daripada putus cinta biasa.

Ghosting dapat membuat seseorang merasa tidak dihormati, dibuang, dan tidak penting. Ghosting adalah bentuk penolakan yang kejam yang banyak orang tidak tahu bagaimana menghadapinya saat hal itu terjadi.

3. Mempengaruhi harga diri salah satu pihak

Ditolak secara umum memang menyakitkan, tetapi ketika seseorang memang seharusnya merasa tidak layak untuk diberi penjelasan, hal itu dapat menyakitkan dengan cara yang berbeda.

Dighosting dapat menyebabkan banyak emosi yang tersisa yang sekarang harus dipilah dan dicari tahu sendiri oleh seseorang.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore