
Ilustrasi menyimpan luka batin (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kamu mungkin terlihat dewasa, sukses, dan baik-baik saja di mata orang lain. Kamu punya pekerjaan, hubungan sosial yang lancar, dan selalu tahu bagaimana harus bersikap. Tapi, di dalam hati, ada sesuatu yang terasa hilang. Bukan sakit atau mati rasa, melainkan jarak antara dirimu yang sekarang dengan dirimu yang sebenarnya, seolah terpisah dari apa yang kamu butuhkan, batasanmu, dan keinginanmu.
Ini bukan karena kamu lemah. Justru sebaliknya, ini adalah cara kamu beradaptasi. Kamu membangun kebiasaan-kebiasaan tertentu, bukan karena itu cocok dengan dirimu, tapi karena kamu belajar bahwa kebiasaan itu bisa melindungimu. Terutama saat kamu masih kecil dan belum bisa mengerti atau mengungkapkan apa yang kamu rasakan.
Dilansir dari laman DMNews pada Rabu (28/05), berikut adalah 8 kebiasaan yang sering muncul pada orang-orang yang menyimpan luka batin tak terlihat sejak kecil.
1. Kamu Menyembunyikan Kemarahan Bahkan dari Dirimu Sendiri
Orang-orang mungkin mengenalmu sebagai sosok yang tenang, sabar, dan tidak gampang tersinggung. Tapi sebenarnya, ketenangan itu bukan karena kamu damai melainkan karena kamu menekan kemarahanmu.
Mungkin kamu tumbuh dalam lingkungan yang membuatmu percaya bahwa marah itu berbahaya. Entah karena orang tuamu mudah meledak, atau justru mereka menarik diri saat kamu menunjukkan emosi. Akibatnya, kamu jadi takut bahwa menunjukkan amarah akan membuatmu kehilangan kasih sayang atau membuat suasana makin buruk.
Jadi sekarang, meskipun seseorang sudah melampaui batasmu, kamu tetap tersenyum dan berkata, "Nggak apa-apa," meski jauh di dalam kamu sebenarnya terluka. Lama-lama, penekanan emosi itu bisa berubah jadi kecemasan, kelelahan, atau bahkan gangguan kesehatan. Bukan karena kamu lemah tapi karena kamu pernah belajar bahwa diam lebih aman daripada jujur.
2. Kamu Mengira Mandiri Berlebihan Itu Kekuatan
Kamu mungkin bangga karena bisa mengurus segalanya sendiri. Kamu jarang, bahkan nyaris tidak pernah meminta bantuan. Kelihatannya ini seperti kekuatan. Tapi dalam banyak kasus, itu adalah bentuk perlindungan. Kalau sejak kecil kamu merasa bahwa mengandalkan orang lain hanya akan membuatmu kecewa, atau bahwa kebutuhan emosionalmu dianggap "terlalu banyak", maka kamu belajar untuk tidak bergantung pada siapa pun.
Dan sampai sekarang, bergantung pada orang lain terasa mengancam buatmu. Padahal, kemandirian yang berlebihan bukanlah kekuatan sejati. Itu sering kali adalah kesedihan yang dibungkus dalam bentuk "aku baik-baik saja."
3. Kamu Terlalu Banyak Melakukan 'Kerja Emosional' demi Rasa Aman
Kamu mungkin dikenal sebagai si penengah, pemecah masalah, atau orang yang sangat peka terhadap kebutuhan orang lain. Tapi kepekaanmu bukan semata-mata karena empati, melainkan karena kamu pernah hidup dalam lingkungan yang menuntutmu untuk selalu waspada.
Sejak kecil kamu belajar membaca ekspresi, nada bicara, dan suasana hati orang lain, bukan karena kamu ingin, tapi karena kamu harus. Itu adalah cara bertahan hidup. Sekarang, kamu jadi merasa bertanggung jawab atas kenyamanan semua orang. Kamu sering minta maaf untuk hal yang sebenarnya bukan salahmu. Karena saat seseorang kesal padamu, tubuhmu langsung bereaksi seolah-olah kamu dalam bahaya.
4. Kamu Menutup Diri Supaya Orang Lain Nyaman
Kamu mungkin merasa takut terlihat emosional, terlalu cerah, terlalu sukses, atau terlalu menonjol. Akhirnya kamu sengaja meremehkan pencapaianmu, membuat lelucon tentang dirimu sendiri, dan menahan diri agar tidak terlalu bersinar.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
