Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 01.10 WIB

8 Dampak Psikologis dari Perilaku Ghosting dan Gaslighting. Kenali Apa Saja Sebelum Terlambat!

Ilustrasi orang yang merasa ditinggalkan. (Freepik)

JawaPos.com – Ghosting dan gaslighting adalah dua perilaku toxic yang digunakan dalam hubungan, ini seringkali meninggalkan jejak tekanan emosional.

Keduanya bukan sekedar istilah yang kita dengan dalam budaya populer, tetapi ini memiliki konsekuensi nyata.

Ghosting adalah saat seseorang menghilang tanpa jejak, membuat kita sering mempertanyakan posisi atau hubungan kita.

Sedangkan, gaslighting adalah bentuk manipulasi ketika seseorang membuat kita meragukan realitas kita sendiri, dan membenarkan perilaku mereka.

Ini memberikan dampak psikologi yang mendalam, dan sangat penting untuk memahaminya agar terhindar dari konsekuensinya.

Dilansir dari geediting.com, inilah delapan dampak psikologi dari ghosting dan gaslighting yang perlu kita ketahui.

  1. Keraguan pada diri sendiri

Ghosting dan gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang dapat menyebabkan keraguan diri yang serius.

Kita bisa membayangkan ketika sedang menjalin hubungan, dan semuanya tampak berjalan dengan baik dan sempurna.

Namun, secara tiba-tiba, orang tersebut menghilang. Tidak ada kabar, panggilan, pesan, atau bahkan penjelasan sepatah katapun.

Hilangnya seseorang secara tiba-tiba dapat membuat kita mempertanyakan segala hal tentang diri kita, baik kepribadian atau perilaku kita.

Gaslighting juga merusak jati diri kita, karena ini terjadi ketika seseorang berusaha memanipulasi kita gar meragukan pandangan dan ingatan kita sendiri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore