Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 15.29 WIB

Mengungkap 8 Perilaku Orang yang Selalu Fokus pada Diri Sendiri, Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan perilaku berpusat pada diri sendiri dalam interaksi sosial, seperti mendominasi percakapan atau kurang empati. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menunjukkan perilaku berpusat pada diri sendiri dalam interaksi sosial, seperti mendominasi percakapan atau kurang empati. (Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah Anda berinteraksi dengan seseorang yang sepertinya selalu menjadikan dirinya pusat perhatian dalam setiap obrolan? Rasanya seolah-olah seluruh dunia berputar hanya di sekitar kepentingan atau pengalaman pribadi mereka saja, tanpa peduli orang lain.

Fenomena ini sering kali disebabkan oleh sifat sangat berpusat pada diri sendiri yang tidak selalu disadari oleh pelakunya. Psikologi telah mengidentifikasi beberapa perilaku khusus yang sering kali ditunjukkan oleh individu dengan karakteristik seperti ini. Melansir Geediting.com Jumat (23/05), berikut perilaku khas yang sering muncul.

1. Sering Mendominasi Percakapan

Orang-orang ini cenderung menguasai alur pembicaraan dengan selalu mengarahkannya kembali kepada pengalaman pribadi mereka. Mereka akan fokus membahas pencapaian, masalah, atau hal lain yang terkait dengan diri sendiri dalam setiap kesempatan.

2. Kesulitan Berempati pada Orang Lain

Satu di antara tanda utama yang terlihat adalah ketidakmampuan mereka dalam memahami perasaan atau posisi orang lain. Mereka sulit keluar dari sudut pandang diri sendiri untuk merasakan apa yang sedang dialami oleh orang di sekitarnya.

3. Memiliki Perasaan Berhak Istimewa

Individu ini sering kali meyakini bahwa mereka berhak menerima perlakuan khusus atau memiliki privilese tertentu dari orang lain. Mereka mungkin merasa layak mendapatkan hal-hal baik tanpa harus berusaha keras seperti kebanyakan orang.

4. Pendengar yang Buruk Saat Berkomunikasi

Dalam sebuah percakapan, mereka kerap kali tidak mendengarkan dengan saksama atau bahkan menyela lawan bicaranya. Perhatian mereka mungkin hanya pada kapan giliran mereka untuk berbicara kembali dibandingkan menyerap informasi yang sedang disampaikan.

5. Kurang Minat Tulus pada Orang Lain

Ketertarikan mereka terhadap kehidupan, masalah, atau kebahagiaan orang lain cenderung hanya bersifat dangkal atau sementara saja. Mereka tidak menunjukkan keinginan mendalam untuk benar-benar mengenal atau memahami apa yang terjadi pada diri Anda.

6. Mudah Bersikap Defensif

Ketika menerima masukan atau kritik, bahkan yang bersifat membangun, reaksi mereka sering kali menjadi defensif. Mereka mungkin merespons dengan nada tidak ramah atau menunjukkan permusuhan karena merasa diserang secara pribadi.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore