Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Mei 2025 | 03.56 WIB

Jika Kamu Dipaksa Dewasa di Dalam Keluarga, Biasanya Sering Terpukul dengan 8 Perilaku Ini

Ilustrasi anak yang dipaksa tumbuh dewasa. (Unsplash.com/MilanIntrovic) - Image

Ilustrasi anak yang dipaksa tumbuh dewasa. (Unsplash.com/MilanIntrovic)

JawaPos.com - Dewasa tidak kenal usia dan peranan kita di sebuah keluarga, baik itu masih muda, anak terakhir, anak sulung, atau bahkan sekalipun usia sudah tua. Hal itu bertumbuh seiring adanya masalah atau beban.

Dengan adanya masalah atau ketidakadilan di dunia ini, terkadang kita dipaksa kuat dan dewasa meskipun ini sangat berat.

Dilansir dari laman Small Biz Technology pada Minggu (18/05) jika kamu dipaksa dewasa di dalam keluarga, biasanya sering terpukul dengan 8 perilaku ini:

1. Merasa bertanggung jawab atas emosi semua orang

Salah satu sifat yang paling umum adalah rasa tanggung jawab yang tak tergoyahkan terhadap perasaan orang lain. Ketika kamu masih muda, mungkin telah menjadi mediator dalam setiap pertengkaran keluarga atau orang yang menenangkan orang tua ketika stres.

Ini mengajarkan kamu untuk mengawasi keadaan emosional semua orang, siap untuk menawarkan kenyamanan atau hal-hal yang lancar pada saat ketegangan muncul.

Sebagai orang dewasa, ini bisa terlihat seperti meminta maaf atas frustrasi orang lain, mencoba memperbaiki konflik yang tidak ada hubungannya dengan kamu, atau merasa bersalah jika seorang teman kesal bahkan ketika tidak memiliki kendali atas situasinya.

Tapi yakinlah bahwa itu melelahkan, tetapi juga sangat mengakar dari tahun-tahun bermain penjaga perdamaian.

2. Terlalu memikirkan keputusan terkecil sekalipun

Ketika tumbuh di lingkungan di mana kamu harus mengantisipasi sejuta detail seperti apakah saudara kandung sudah menyiapkan makan siang atau gaji orang tua datang tepat waktu, dapat dimengerti bahwa kamu akan mengembangkan kebiasaan berpikir berlebihan.

Saat itu, kamu tidak mampu mengabaikan apapun, jadi belajar untuk memeriksa setiap skenario dari semua sudut. Sekarang, sesuatu yang sederhana seperti memilih restoran untuk makan malam dapat memicu reaksi berantai dalam pikiran itu.

3. Mengabaikan kebutuhan sendiri

Jika kamu menghabiskan masa muda untuk mengkhawatirkan masalah orang dewasa seperti mengelola keuangan, merawat adik kandung, atau bertindak sebagai orang kepercayaan bagi orang tua, kamu sering menjadikan kebutuhan sendiri yang kedua.

Hal ini dapat menyebabkan kesulitan mengenali keinginan sendiri, apakah itu membutuhkan istirahat, mengejar hobi, atau hanya memastikan kamu untuk cukup tidur.

4. Sangat waspada terhadap konflik atau drama

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore