Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 14.10 WIB

7 Sifat Umum Orang yang Mengatakan 'Ayo Saling Mengabari' namun Kemudian Menghilang Begitu Saja

Ilustrasi dua orang berpisah setelah mengobrol dengan ucapan - Image

Ilustrasi dua orang berpisah setelah mengobrol dengan ucapan

JawaPos.com - Duduk dalam sebuah percakapan atau pertemuan dan mengakhirinya dengan ucapan hangat seperti "senang sekali ngobrol denganmu tadi" atau "nanti kita harus terus kontak ya" adalah hal yang sangat umum. Frasa penutup percakapan semacam ini biasanya terdengar seperti sinyal positif kuat yang mengindikasikan harapan menjaga hubungan baik yang telah terjalin.

Namun, seringkali janji untuk tetap saling mengabari dan menjaga hubungan ini tidak pernah terwujud menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa ada orang yang mudah mengucapkan kalimat itu padahal tidak berniat melakukannya?

Melansir dari Geediting.com, Kamis (15/05), ada tujuh trait atau sifat khas sering dimiliki orang seperti ini.

1. Terlalu Sibuk atau Kewalahan

Satu di antara alasan paling umum di balik kegagalan menindaklanjuti janji itu adalah bahwa mereka memang memiliki jadwal sangat padat dan hidup penuh berbagai macam tanggung jawab pribadi. Niat menghubungi kembali mungkin ada tetapi kesulitan menemukan waktu atau energi ekstra di tengah kesibukan harian mereka yang luar biasa membebani.

2. Ingin Menyenangkan Orang Lain

Mereka mungkin mengucapkan frasa "ayo kontak ya" bukan karena niat kuat, melainkan sekadar untuk terdengar sopan atau menghindari rasa canggung di akhir interaksi sosial. Mengatakan kalimat penutup yang terdengar ramah ini adalah cara mudah mengakhiri percakapan positif tanpa berkomitmen pada tindakan lanjutan nyata.

3. Punya Definisi Berbeda tentang 'Tetap Berhubungan'

Bagi sebagian orang, frasa itu mungkin hanya berarti saling tahu kabar sesekali melalui media sosial atau kemungkinan pertemuan kebetulan yang tidak terencana. Mereka sama sekali tidak membayangkannya sebagai rencana aktif menjadwalkan kopi atau panggilan telepon rutin.

4. Kurang Baik dalam Merencanakan Tindak Lanjut

Beberapa individu memang secara alami tidak memiliki kemampuan organisasi pribadi atau keterampilan tindak lanjut yang kuat. Mereka mungkin tulus ingin menjaga kontak, namun seringkali lupa mencatat atau tidak tahu langkah konkret apa yang harus diambil.

5. Lebih Suka Hubungan Dangkal

Ada tipe orang tertentu yang merasa lebih nyaman memiliki banyak kenalan di permukaan saja daripada membangun sedikit teman dengan koneksi emosional yang sangat mendalam. Mengucapkan "mari terus kontak" memungkinkan mereka merasa terhubung tanpa perlu menginvestasikan waktu atau emosi berharga.

6. Takut pada Keintiman

Menjaga kontak secara konsisten bisa berarti membuka diri lebih dalam, berbagi hal-hal pribadi, dan membangun tingkat keintiman yang lebih kuat seiring waktu berjalan. Ketakutan pada kerentanan atau komitmen emosional yang lebih dalam membuat mereka menarik diri setelah melontarkan janji spontan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore