Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Mei 2025 | 07.52 WIB

Orang yang Suka Mendominasi Percakapan Biasanya Pernah Mengalami 7 Hal Ini Saat Masih Kecil

Ilustrasi seseorang yang suka mendominasi percakapan. (Freepik). - Image

Ilustrasi seseorang yang suka mendominasi percakapan. (Freepik).

JawaPos.com - Sebagian orang tampak selalu ingin menguasai jalannya percakapan, seolah tidak memberi ruang bagi orang lain untuk berbicara.

Mereka terdengar paling nyaring, paling aktif, dan kerap kali memotong pembicaraan.

Fenomena ini bukan hal baru. Dalam interaksi sehari-hari, pasti pernah menjumpai seseorang yang terus-menerus mengarahkan topik pembicaraan kepada dirinya sendiri.

Menariknya, kecenderungan ini sering kali berakar dari pengalaman masa kecil yang membentuk pola komunikasi seseorang di usia dewasa.

Apa yang dialami di masa lalu dapat memengaruhi cara seseorang berbicara dan menyampaikan pendapat di masa kini.

Memahami latar belakang ini penting agar tidak langsung menilai perilaku orang lain dari permukaan saja.

Dilansir dari Geediting pada Senin (12/5), berikut tujuh pengalaman masa kecil yang kerap kali dialami oleh mereka yang gemar mendominasi percakapan.

1. Terbiasa Jadi Pusat Perhatian

Anak yang sejak kecil sering menjadi pusat perhatian, baik dari orang tua, guru, maupun lingkungan sekitar, cenderung tumbuh dengan perasaan bahwa suaranya paling penting.

Situasi ini membuat mereka terbiasa menjadi sorotan dan merasa nyaman ketika menjadi tokoh utama dalam setiap percakapan. Hal ini terbawa hingga dewasa dan menjadikan mereka terbiasa bicara lebih banyak daripada mendengarkan.

Meski sering kali apa yang disampaikan menarik dan penuh makna, dominasi yang terlalu kuat dalam komunikasi bisa membuat orang lain merasa tidak diberi kesempatan untuk berbagi pandangan.

2. Tumbuh di Lingkungan Keluarga Besar

Anak-anak yang tumbuh dalam keluarga besar umumnya harus bersaing untuk mendapatkan perhatian. Dalam kondisi seperti ini, berbicara dengan keras dan mencuri momen bisa menjadi strategi agar didengar.

Situasi tersebut mengajarkan bahwa jika ingin dianggap, mereka harus tampil menonjol dan tidak kalah dari saudara-saudaranya. Pola ini akhirnya berkembang menjadi kebiasaan mendominasi saat berbicara dengan orang lain.

Jika tidak disadari, kecenderungan ini bisa terbawa hingga dewasa dan membuat percakapan menjadi tidak seimbang karena fokus hanya pada satu pihak.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore