Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 06.10 WIB

Orang yang Uangnya hanya Mampir Sebentar di Rekening Tabungan Biasanya Memiliki 7 Kebiasaan Harian Ini Tanpa Disadari, Menurut Psikologi

Ilustrasi tumpukan koin tabungan. (Freepik) - Image

Ilustrasi tumpukan koin tabungan. (Freepik)

JawaPos.com – Memiliki dana darurat atau sejumlah tabungan di rekening bank sering kali terasa seperti tujuan keuangan yang sulit sekali dijangkau banyak orang.

Rasanya uang hanya mampir sebentar di rekening sebelum akhirnya habis digunakan untuk berbagai keperluan mendadak ataupun rutin sehari-hari.

Menariknya, kondisi finansial yang minim tabungan ini sering kali berkaitan erat dengan kebiasaan harian yang dilakukan tanpa disadari.

Pola-pola perilaku kecil ini bisa menumpuk dan akhirnya menghambat kemampuan seseorang untuk menabung secara konsisten dari waktu ke waktu.

Melansir dari Geediting.com Kamis (08/05), ada tujuh kebiasaan spesifik yang kerap muncul pada mereka yang sulit memiliki simpanan uang di bank.

  1. Langsung menghabiskan uang begitu menerima

Satu di antara kebiasaan paling umum adalah segera membelanjakan uang yang baru saja diterima, entah itu gaji atau pendapatan lain.

Tidak ada jeda waktu yang digunakan untuk merencanakan penggunaan uang sehingga langsung berpindah tangan untuk pembelian yang mungkin kurang esensial saat itu.

  1. Tidak mencatat pengeluaran atau membuat anggaran

Minimnya kesadaran akan ke mana saja uang mengalir menjadi masalah utama yang sering terjadi setiap hari.

Tidak ada kebiasaan rutin untuk melacak setiap rupiah yang dikeluarkan atau menyusun anggaran bulanan yang jelas sebagai panduan pengeluaran.

  1. Sering melakukan pembelian impulsif

Kemudahan akses pada berbagai barang dan jasa mendorong munculnya kebiasaan membeli sesuatu secara spontan tanpa perencanaan matang sebelumnya.

Godaan diskon, promosi, atau keinginan mendadak seringkali mengalahkan pertimbangan logis mengenai kebutuhan prioritas.

  1. Lebih mengutamakan kepuasan instan daripada kebutuhan masa depan

Ada kecenderungan kuat untuk memprioritaskan keinginan atau kesenangan sesaat yang memberikan kepuasan langsung pada momen tersebut.

Kebutuhan finansial jangka panjang seperti dana pensiun atau tabungan pendidikan masa depan seringkali dikesampingkan begitu saja demi menikmati hidup saat ini.

  1. Tidak menetapkan tujuan keuangan yang spesifik

Ketiadaan target yang jelas terkait berapa banyak uang yang ingin ditabung atau untuk keperluan apa tabungan itu dikumpulkan membuat proses menabung terasa hambar.

Tidak adanya visi finansial yang spesifik menjadikan kegiatan menyisihkan uang terasa tidak memiliki arah atau motivasi kuat.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore