Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 14.24 WIB

8 Sifat Orang yang Saat Ini Menganggap Bahwa Keheningan Lebih Menghibur daripada Musik

Ilustrasi seseorang yang sedang berpikir dalam keheningan. (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang sedang berpikir dalam keheningan. (Freepik)

JawaPos.com - Musik yang dulu mereka anggap menghibur dan sebagai stress-relief, tapi saat ini sudah berubah menjadi suka akan keheningan. Tempat yang sepi dan sunyi mampu membuatnya terbawa ke alam yang lebih tenang.

Mengutip dari laman Greatmind pada Selasa (29/04) saat kita berada dalam keheningan, akan puas dengan pikiran, menemukan jati diri, dan menemukan arti sukses sebenarnya.

Keheningan juga bisa mengantarkan kita mencapai potensi diri yang mungkin selama ini tersembunyi. Oleh karena itu bisa menjadi terapi yang tepat sebelum memulai aktivitas. Mungkin inilah yang dianggap oleh mereka bahwa keheningan lebih menghibur daripada musik.

Dilansir dari laman Blog Herald pada Selasa (29/04) inilah 8 sifat orang yang saat ini lebih menyukai keheningan daripada musik :

1. Apresiasi untuk kesendirian

Keheningan dan kesendirian sering berjalan beriringan. Bagi sebagian orang, itu mungkin terdengar seperti mimpi buruk mutlak, tetapi bagi mereka yang sekarang menemukan keheningan lebih menghibur daripada musik.

Mereka adalah orang-orang yang menikmati saat-saat tenang, menemukan kedamaian dalam keheningan yang hanya dapat ditemukan ketika seseorang ditinggalkan sendirian.

Momen hening memungkinkan mereka untuk merenungkan, memproses, dan memahami emosi secara lebih menyeluruh. Di dunia yang penuh dengan kebisingan, mereka telah menguasai seni menemukan ketenangan dalam kesendirian.

2. Kecenderungan untuk berpikir berlebihan

Kita adalah pemikir, penganalisis, sering tersesat dalam dunia pikiran sendiri. Musik meskipun terkadang menenangkan, dapat menambahkan lapisan kompleksitas lain pada pikiran kita yang sudah sibuk.

Namun, dalam kesunyian ini kita menemukan ruang untuk berpikir, merenung, introspeksi. Di saat-saat keheningan inilah kita sering menemukan wawasan paling mendalam dan menghasilkan ide-ide paling inovatif. Berpikir berlebihan tidak selalu merupakan kutukan dalam keheningan, tapi itu bisa menjadi sekutu terbesar kita.

3. Sensitivitas tinggi terhadap input sensorik

Orang dengan sifat ini sering menemukan suara keras, cahaya terang, dan bahkan tekstur tertentu yang luar biasa. Maka, tidak mengherankan bahwa mereka akan menemukan perlindungan dalam keheningan.

Alih-alih tersesat dalam ritme atau melodi, mereka tersesat dalam kesunyian. Kurangnya input pendengaran memberi indra kesempatan untuk beristirahat dan mengatur ulang, memberikan istirahat yang sangat dibutuhkan dari pemboman informasi sensorik yang terus-menerus.

4. Hubungan mendalam dengan alam

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore