Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 April 2025 | 01.53 WIB

7 Tips Ampuh Ini Digunakan oleh Orang yang Jarang Kalah dalam Berargumen, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang sedang berargumen. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang sedang berargumen. (Freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang memiliki kemampuan untuk selalu menang dalam berdebat. Namun, ini bukan berarti mereka adalah orang yang paling keras atau keras kepala, tetapi lebih pandai dalam membangun argumennya.

Dilansir dari geediting.com, psikologi menunjukkan beberapa tips ampuh yang dapat membuat kita sering memenangkan argumen tanpa harus bersikap agresif atau mendominasi. Berikut adalah tujuh tips ampuh yang membuat kita pandai dalam memenangkan argumen.

1. Seni mendengarkan aktif

Mendengarkan secara aktif adalah tips ampuh yang membuat kita memenangkan argumen tanpa menciptakan konfrontasi. Alih-alih hanya menunggu waktu berbicara, kita perlu memperhatikan apa yang dibicarakan orang lain dan memberikan tanggapan yang sesuai.

2. Kekuatan empati dan validasi

Alih-alih menentang secara langsung, cara ampuh memenangkan argumen dapat dimulai dari memvalidasi pemikiran orang lain terlebih dulu. Dengan menunjukkan empati dan validasi terhadap ide-ide mereka, kita dapat meraih jalan tengah dan menggabungkan ide-ide yang ada.

3. Kekuatan kerentanan

Ini mungkin berlawanan dengan pemahaman kebanyakan orang, tetapi menunjukkan kelemahan dapat menjadi langkah ampuh memenangkan argumen. Kita dapat lebih bersikap jujur, lugas, dan meluluhkan hati lawan bicara meskipun mereka keras kepala.

4. Efek pembingkaian

Efek pembingkaian berfokus pada poin-poin penting yang akan kita katakan. Hal ini dapat berupa mengungkapkan keuntungan atau kerugian, meskipun terdengar sederhana tetapi kalimat yang kita katakan sangat mempengaruhi keputusan dalam berargumen.

5. Peran kecerdasan emosional

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasakan, memahami, dan menunjukkan ketajaman intuisi ketika sedang berargumen. Hal ini tidak hanya mendengarkan apa yang dikatakan orang lain, tetapi juga memahami bagaimana perasaan mereka.

6. Paradoks kepastian

Kepastian dalam argumen dapat mematikan diskusi. Oleh karena itu, kita perlu menunjukkan pikiran kita secara jelas dan lugas, tetapi juga memperhatikan bahwa kita secara tulus terbuka terhadap pandangan orang lain agar mereka tidak merasa diabaikan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore