Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 22.40 WIB

Jika Anda adalah Anak yang Duduk Diam Saat Orang Dewasa Berdebat, Kemungkinan Besar Anda Menunjukkan 9 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang duduk diam saat orang dewasa berdebat. (Freepik/artursafronovvvv) - Image

seseorang yang duduk diam saat orang dewasa berdebat. (Freepik/artursafronovvvv)


JawaPos.com - Tidak semua anak bereaksi sama ketika berada di tengah konflik orang dewasa. Ada anak yang menangis, ada yang mencoba menengahi, dan ada juga yang memilih diam—hanya duduk, memperhatikan, tanpa berkata apa pun.

Sekilas, sikap diam ini mungkin terlihat seperti tanda ketakutan atau ketidakberdayaan. Namun dalam psikologi, perilaku ini justru bisa mencerminkan berbagai proses mental dan emosional yang cukup kompleks. Anak yang diam saat konflik sering kali bukan sekadar “tidak bereaksi”, tetapi sedang memproses banyak hal di dalam dirinya.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat sembilan perilaku yang kemungkinan besar dimiliki oleh anak yang cenderung diam ketika orang dewasa berdebat:

1. Mengamati Secara Mendalam

Anak yang diam biasanya adalah pengamat yang tajam. Mereka memperhatikan nada suara, ekspresi wajah, hingga bahasa tubuh orang dewasa.

Alih-alih terlibat langsung, mereka mengumpulkan informasi. Ini bisa menjadi tanda kecerdasan sosial yang berkembang sejak dini.

2. Memproses Emosi Secara Internal

Beberapa anak tidak mengekspresikan emosi secara langsung. Mereka menyimpannya dan memprosesnya secara internal.

Hal ini tidak selalu buruk. Justru, mereka sering kali memiliki dunia batin yang kaya dan reflektif, meskipun terkadang berisiko memendam perasaan terlalu lama.

3. Menghindari Konflik

Diam bisa menjadi strategi untuk menjaga diri. Anak belajar bahwa konflik bisa terasa tidak aman, sehingga mereka memilih tidak terlibat.

Dalam jangka panjang, ini bisa berkembang menjadi kepribadian yang cenderung menghindari konfrontasi.

4. Sensitivitas Emosional yang Tinggi

Anak yang diam saat konflik sering kali sangat sensitif terhadap emosi orang lain.

Mereka bisa merasakan ketegangan dengan kuat, bahkan sebelum konflik memuncak. Karena itu, diam menjadi cara untuk melindungi diri dari overstimulasi emosional.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore