Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 23.49 WIB

Orang yang Terus-menerus Menggulir Layar Netflix namun Tidak Pernah Menekan Tombol Play Biasanya Memiliki 7 Ciri Kepribadian ini Menurut Psikologi

Ilustrasi tujuh ciri dari orang-orang yang terus menerus menggulir Netflix namun tidak pernah menekan tombol play. (Pexels) - Image

Ilustrasi tujuh ciri dari orang-orang yang terus menerus menggulir Netflix namun tidak pernah menekan tombol play. (Pexels)

JawaPos.com - Ada fenomena aneh yang tampaknya melanda dunia streaming. Beberapa orang terus menerus menggulir Netflix tetapi tidak pernah benar-benar menekan tombol play.

Mereka adalah orang-orang yang menghabiskan waktu berjam-jam menelusuri lautan pilihan film dan serial, tetapi tidak pernah berkomitmen untuk menonton apa pun. Ini adalah paradoks dilema pilihan di zaman modern ini.

Psikologi memiliki beberapa wawasan menarik tentang perilaku ini. Menurut penelitian, orang-orang yang menunjukkan perilaku Netflix yang tampak bimbang biasanya memiliki beberapa ciri kepribadian yang membedakannya dengan orang lain.

Dilansir dari Geediting, inilah tujuh ciri dari orang-orang yang terus menerus menggulir Netflix namun tidak pernah menekan tombol play.

1. Kewalahan dengan banyaknya pilihan

Ini adalah sifat umum di antara mereka yang terus-menerus menggulir Netflix tetapi tidak pernah menekan tombol play. Banyaknya pilihan dapat membuat kewalahan, yang menyebabkan keadaan tidak dapat mengambil keputusan.

Jika ini terdengar familiar, ingatlah kutipan psikolog terkenal Carl Jung , “Visi Anda akan menjadi jelas hanya ketika Anda dapat melihat ke dalam hati Anda sendiri.”

Ini adalah pengingat bahwa terkadang, pilihan terbaik adalah pilihan yang sesuai dengan Anda secara pribadi, bukan apa yang tampaknya populer atau sedang tren. Kuncinya adalah memercayai diri sendiri dan preferensi Anda.

2. Mencari kesempurnaan

Pencarian kesempurnaan ini merupakan sifat umum di antara mereka yang terus-menerus menggulir layar Netflix tetapi tidak pernah menekan tombol play. Ini seperti kita mencoba mencari jarum dalam tumpukan jerami, acara yang sempurna yang memenuhi semua kriteria kita.

Hal ini mengingatkan pada kutipan dari psikolog dan filsuf William James, “Seni menjadi bijak adalah mengetahui apa yang harus diabaikan.” Terkadang, mengejar kesempurnaan dapat menyebabkan Anda kehilangan sesuatu yang cukup baik.

3. Melarikan diri dari kenyataan

Terkadang, tindakan menggulir itu sendiri menjadi pelarian dari kenyataan. Ini adalah cara untuk melepaskan diri dari stres dan tuntutan kehidupan sehari-hari, meski hanya untuk sementara. Kecenderungan menggunakan Netflix sebagai bentuk pelarian adalah ciri umum lainnya.

Seolah-olah kita belum siap untuk menonton film atau serial karena itu berarti mengakhiri pelarian sementara kita. Psikolog Abraham Maslow pernah berkata, “Pada setiap momen tertentu, kita punya dua pilihan: melangkah maju menuju pertumbuhan atau melangkah mundur menuju rasa aman.”

Meskipun menenangkan untuk tersesat di antara pilihan tak berujung di Netflix, melangkah maju dan membuat pilihan dapat mengarahkan kita ke acara atau film yang mungkin menginspirasi kita, membuat kita tertawa, atau membantu kita melihat sesuatu dari perspektif baru.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore