Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juni 2026 | 05.20 WIB

Anda Tahu Bahwa Anda Dibesarkan oleh Orang Tua yang Luar Biasa Ketika 10 Hal Ini Terasa Sepenuhnya Normal Menurut Psikologi

seseorang yang dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa / foto: Magnific/senivpetro - Image

seseorang yang dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa / foto: Magnific/senivpetro

JawaPos.com - Tidak semua orang menyadari bahwa masa kecil yang sehat adalah sebuah anugerah. Sering kali, kita baru memahami kualitas pola asuh orang tua setelah melihat pengalaman orang lain atau mempelajari psikologi perkembangan.

Anak yang dibesarkan oleh orang tua yang penuh kasih, konsisten, dan mendukung biasanya membawa banyak kebiasaan positif hingga dewasa. Menariknya, hal-hal tersebut terasa begitu alami sehingga mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, menurut psikologi, banyak orang tidak tumbuh dengan pengalaman yang sama.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (22/6), jika beberapa hal berikut terasa sepenuhnya normal bagi Anda, ada kemungkinan besar Anda dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa.

1. Anda Tidak Takut Mengungkapkan Perasaan

Bagi Anda, mengatakan "aku sedih", "aku kecewa", atau "aku butuh bantuan" bukanlah sesuatu yang memalukan.

Ini biasanya terjadi ketika orang tua tidak menghakimi emosi anak. Mereka tidak mengatakan "jangan cengeng" atau "jangan berlebihan", melainkan membantu anak memahami apa yang sedang mereka rasakan.

Psikologi menunjukkan bahwa validasi emosi sejak kecil membantu seseorang memiliki kecerdasan emosional yang lebih baik saat dewasa. Akibatnya, Anda lebih mampu mengelola stres dan membangun hubungan yang sehat.

Jika berbicara tentang perasaan terasa normal bagi Anda, kemungkinan besar orang tua Anda telah menciptakan ruang yang aman secara emosional.

2. Anda Tidak Merasa Harus Sempurna untuk Dicintai

Sebagian orang tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka hanya akan dihargai ketika berhasil atau memenuhi ekspektasi tertentu.

Namun, anak yang dibesarkan oleh orang tua yang luar biasa belajar bahwa kasih sayang tidak bergantung pada nilai rapor, prestasi, atau kesempurnaan.

Karena itu, Anda mungkin tidak merasa dunia akan runtuh ketika melakukan kesalahan. Anda memahami bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar, bukan bukti bahwa Anda tidak berharga.

Perasaan aman seperti ini merupakan fondasi penting bagi harga diri yang sehat.

3. Meminta Maaf dan Mengakui Kesalahan Terasa Wajar

Tidak semua orang tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan kerendahan hati.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore