
Perilaku orang tua agar anak dewasa terbuka menurut Psikologi
JawaPos.com – Membangun hubungan yang hangat dan terbuka dengan anak dewasa bukanlah hal yang mudah. Banyak orang tua tanpa sadar masih menerapkan pola asuh yang justru membuat anak merasa tertekan atau menjauh.
Psikologi menunjukkan bahwa ada beberapa perilaku yang sebaiknya dilakukan agar anak dewasa merasa lebih nyaman untuk berbagi cerita, berdiskusi, dan menjalin komunikasi yang sehat.
Dilansir dari geediting.com pada Selasa (1/4), diterangkan bahwa terdapat lima perilaku orang tua yang harus dilakukan jika ingin anak dewasa lebih terbuka pada mereka menurut Psikologi.
1. Menahan diri dari memberi nasihat tanpa diminta
Sebagai orangtua, memberikan nasihat kepada anak sudah menjadi naluri alami meskipun mereka telah dewasa. Namun nasihat yang tidak diminta seringkali membuat anak dewasa merasa terganggu dan menganggap orangtua tidak mempercayai kemampuan mereka dalam mengatasi masalah.
Yang lebih bijak adalah menciptakan lingkungan di mana anak merasa nyaman untuk meminta saran ketika mereka membutuhkannya, dan ini dimulai dengan mendengarkan secara aktif tanpa menghakimi.
Praktik mendengarkan aktif berarti fokus penuh pada apa yang disampaikan, memahami sudut pandang mereka, dan memberikan respons yang menunjukkan pemahaman terhadap perasaan mereka.
2. Mengendurkan kontrol yang berlebihan
Melepaskan kontrol terhadap anak yang sudah dewasa memang bukan hal yang mudah bagi orangtua. Kunjungan mendadak ke tempat tinggal mereka atau terlalu sering mengkhawatirkan kesejahteraan mereka justru bisa menghambat kemandirian yang sedang mereka bangun.
Kontrol yang terlalu ketat dapat merusak hubungan saling percaya yang seharusnya terjalin antara orangtua dan anak dewasa.
Lebih baik memberikan mereka kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan, sambil tetap menjadi pendukung saat mereka membutuhkan.
3. Menghormati batasan pribadi
Ketika anak-anak masih kecil, orangtua terlibat dalam setiap aspek kehidupan mereka mulai dari pengambilan keputusan hingga memberikan arahan. Namun saat mereka beranjak dewasa, kebutuhan akan privasi dan otonomi menjadi sangat penting untuk dihargai.
Mengabaikan batasan pribadi seperti berkunjung tanpa pemberitahuan atau terlalu mencampuri urusan pribadi mereka hanya akan menciptakan jarak.
Cara terbaik adalah dengan selalu meminta izin sebelum memberikan masukan atau berkunjung, serta menghargai kebutuhan mereka akan ruang pribadi.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
