
Ilustrasi melukai hati sendiri. (Pexels)
JawaPos.com – Cinta memang memiliki keajaiban tersendiri dalam menyembuhkan hati dengan berbagai cara. Namun, perasaan seseorang terhadapmu bukanlah sesuatu yang bisa diubah sesuka hati.
Terkadang, bukan hanya sikap orang lain yang menyebabkan patah hati, tetapi juga diri sendiri yang tanpa sadar menetapkan dan mengejar ekspektasi yang tidak ingin dipenuhi oleh orang lain.
Dari pengalaman pahit yang telah dilewati, kita bisa belajar banyak hal. Secara psikologis, ada pola tertentu yang sering kali tidak kita sadari.
Mengutip Thought Catalog pada Kamis (27/3), berikut tiga cara yang secara psikologis dapat membuat kita menyakiti diri sendiri:
1. Memberikan penjelasan pada seseorang yang tidak mau mendengarkan perkataanmu
Kamu membagikan perasaan, pikiran dan kebutuhan kepada seseorang yang tak hanya kurang mendengarkanmu; dia sengaja tidak mau mendengarkanmu.
Meski kamu sudah mengutarakannya dengan suara yang lebih keras, mengganti kata-katamu, atau menggunakan sebuah metafora agar dia bisa mengerti, nyatanya kamu sengaja diabaikan.
Kalau sudah begini, tidak ada lagi yang bisa dilakukan selain menerimanya. Apapun yang kamu katakan atau lakukan, pandangan mereka terhadapmu sudah membatu. Manusia itu cenderung konsisten dalam perspektif dan perasaan, dan kalau mereka tidak mau mempelajari caramu berkomunikasi, siap-siap lepaskan saja.
Biarkan percakapanmu yang terakhir menjadi yang benar-benar terakhir, lalu pergilah. Kamu itu bukannya seseorang yang merepotkan atau manja. Kamu hanya mengetuk pintu hati yang salah saja.
2. Mencintai seseorang dengan harapan dicintai balik
Sebaik-baiknya kepribadian dan isi hatimu tidak menjamin semua orang merasa cocok denganmu. Itu seharusnya jangan jadi masalah yang dibesar-besarkan.
Cinta yang tak berbalas tentu saja sesuatu yang menyakitkan. Namun, semakin cepat kamu menerima keadaan, semakin mudah kamu akan move on dan dapat mencari penggantinya.
Ada seseorang di luar sana yang pastinya lebih cocok dengan kepribadianmu dan dapat menemanimu untuk berkembang di masa depan. Orang tersebut hanya dapat menemukanmu jika kamu telah melepaskan yang sudah berlalu.
3. Menjalani hidupmu yang hanya satu kali tanpa menikmatinya
Kamu hidup di dunia ini hanya satu kali. Kalau setiap hari kamu hanya mengikuti jadwal, apa nikmatnya? Apakah itu pekerjaanmu, berita dan algoritma media sosialmu, hal-hal yang mengalihkanmu dari kesadaran terhadap apa yang sedang terjadi saat di lingkungan sekitarmu sendiri.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
