Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Maret 2025 | 16.43 WIB

Generasi Lebih Muda Geleng-Geleng Kepala, Ini 5 Kelakuan Boomer yang Kerap Bikin Heran

Ilustrasi wanita merasa heran. perbedaan pandangan antara generasi muda dan generasi boomer. (Freepik) - Image

Ilustrasi wanita merasa heran. perbedaan pandangan antara generasi muda dan generasi boomer. (Freepik)

JawaPos.com - Perbedaan generasi memang selalu menarik untuk diperhatikan dalam berbagai aspek kehidupan. Cara berkomunikasi, gaya hidup, hingga kebiasaan sehari-hari sering kali menjadi sorotan. Satu di antara generasi yang kerap dibandingkan dengan generasi muda saat ini adalah generasi baby boomer.

Generasi yang lahir antara tahun 1946 dan 1964 ini memiliki karakteristik unik yang kadang kala membuat generasi yang lebih muda merasa heran. Beberapa perilaku boomer bahkan dianggap klasik dan sering kali memicu reaksi menggelengkan kepala dari kaum muda. Mari kita telaah lebih lanjut lima perilaku tersebut, dikutip dari geediting.com pada Sabtu (22/3).

1. Gaptek yang Bikin Repot

Satu di antara stereotip yang melekat pada generasi boomer adalah kurangnya keahlian dalam teknologi. Mereka sering kali kesulitan menggunakan perangkat modern atau aplikasi yang bagi generasi muda terasa intuitif. Hal ini tak jarang menimbulkan situasi lucu atau bahkan merepotkan bagi generasi yang lebih muda.

Meskipun tidak semua boomer demikian, kecenderungan ini cukup umum terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mungkin membutuhkan bantuan untuk sekadar menyalakan komputer atau mengirim email. Generasi muda yang tumbuh dengan teknologi sejak dini tentu melihat hal ini sebagai sesuatu yang cukup asing.

2. Susah Dikritik, Mudah Tersinggung

Perilaku lain yang sering diasosiasikan dengan generasi boomer adalah sensitivitas terhadap kritik. Mereka cenderung defensif dan sulit menerima masukan dari orang lain, terutama dari generasi yang lebih muda. Hal ini bisa menjadi penghalang dalam komunikasi dan kolaborasi antar generasi.

Generasi muda yang terbiasa dengan budaya umpan balik yang terbuka mungkin merasa frustrasi dengan sikap ini. Mereka menganggap kritik sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Namun, bagi sebagian boomer, kritik justru dianggap sebagai serangan pribadi.

3. Merasa Paling Berhak dan Istimewa

Gaya hidup boomer yang sering kali menunjukkan rasa memiliki hak lebih juga menjadi perhatian. Mereka terkadang dianggap memiliki ekspektasi yang tidak realistis dan merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus. Sikap ini bisa menimbulkan gesekan dengan generasi muda yang lebih egaliter.

Generasi muda saat ini lebih menghargai kesetaraan dan meritokrasi. Mereka percaya bahwa setiap orang harus diperlakukan sama dan keberhasilan harus diraih melalui usaha keras. Perasaan superioritas yang terkadang ditunjukkan boomer dianggap kurang relevan dengan nilai-nilai tersebut.

4. Anti Perubahan, Lebih Pilih yang Lama

Ketidakmauan untuk menerima perubahan juga menjadi ciri khas generasi boomer yang sering disorot. Mereka cenderung lebih nyaman dengan cara-cara lama dan resisten terhadap inovasi atau ide-ide baru. Sikap ini terkadang menghambat kemajuan dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.

Generasi muda tumbuh di era perubahan yang sangat cepat. Mereka terbiasa dengan inovasi dan fleksibilitas. Penolakan terhadap perubahan yang ditunjukkan boomer bisa dianggap sebagai sikap yang kurang adaptif dan menghambat potensi untuk berkembang.

5. Terlalu Banyak Curhat di Media Sosial

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore