
Ilustrasi kebiasaan generasi milenia yang diam diam mengganggu generasi Boomer (Geediting)
JawaPos.Com - Perbedaan generasi sering kali memunculkan kesalahpahaman kecil yang lucu, namun juga membingungkan. Cara pandang generasi milenial terhadap pekerjaan, hubungan, dan kehidupan sehari-hari kerap membuat orang tua dari generasi baby boomer mengernyitkan dahi meski sebenarnya penuh rasa sayang.
Psikologi menyebutkan bahwa sebagian besar perbedaan ini bukan soal benar atau salah, melainkan akibat perbedaan tahap kehidupan, kondisi sosial, dan nilai yang berkembang di masing-masing era. Meski begitu, ada sejumlah kebiasaan milenial yang secara tidak sadar sering membuat orang tua boomer merasa heran, bahkan sedikit kesal.
Dilansir dari laman Global English Editing, Jumat (23/01), berikut adalah 9 kebiasaan generasi milenial yang diam-diam kerap mengganggu orang tua boomer menurut psikologi.
Generasi boomer terbiasa bekerja puluhan tahun di satu perusahaan. Sebaliknya, milenial kerap berpindah pekerjaan demi mencari makna, keseimbangan hidup, dan peluang berkembang.
Meski bukan tanda tidak setia, kebiasaan job hopping ini sering dianggap gelisah dan tidak sabaran oleh orang tua boomer.
Banyak milenial memilih menghabiskan uang untuk traveling, konser, dan pengalaman hidup dibanding menabung untuk rumah atau aset jangka panjang.
Bagi boomer yang tumbuh dengan prinsip menabung dan memiliki rumah sebagai simbol kesuksesan, pilihan ini terasa berisiko, meski penelitian menunjukkan pengalaman sering memberi kebahagiaan jangka panjang.
Dari makanan, hubungan, hingga masalah pribadi, semuanya dibagikan secara terbuka. Bagi generasi boomer yang menjunjung tinggi privasi, kebiasaan ini terasa berlebihan.
Namun bagi milenial, berbagi adalah bentuk koneksi dan membangun komunitas.
Milenial berbicara tentang terapi layaknya membahas olahraga atau hobi. Hal ini membantu mengurangi stigma kesehatan mental, tetapi sering membuat boomer merasa tidak nyaman karena terbiasa menyimpan masalah secara pribadi.
Menikah muda, membeli rumah, dan punya anak tidak lagi dianggap kewajiban mutlak. Milenial cenderung menunda atau bahkan mempertanyakan tujuan hidup konvensional.
Bagi boomer yang mengikuti “paket hidup standar”, perubahan ini sering terasa membingungkan.
Jika boomer percaya kerja keras adalah jalan menuju kebahagiaan di masa depan, milenial justru ingin menikmati hidup sekarang.
Menolak promosi demi keluarga atau waktu luang kerap dianggap kurang ambisius oleh generasi sebelumnya.
Milenial ingin dihargai, didengar, dan diberi umpan balik rutin. Sementara boomer terbiasa bekerja tanpa pujian, dengan gaji sebagai satu-satunya bentuk apresiasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022