Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Maret 2025 | 22.39 WIB

7 Dampak Filter Kecantikan di Media Sosial terhadap Persepsi Diri Menurut Psikologi tentang Citra dan Realita

Ilustrasi filter kecantikan (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Penggunaan filter kecantikan di media sosial semakin umum dan mempengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri maupun orang lain. Fenomena ini berkaitan dengan persepsi psikologis yang dapat membentuk standar kecantikan yang tidak realistis.

Filter kecantikan adalah teknologi digital yang memodifikasi tampilan wajah secara instan melalui aplikasi atau platform media sosial. Teknologi ini dapat mengubah fitur wajah, seperti meratakan warna kulit, memperbesar mata, atau memperhalus tekstur kulit.

Memahami dampak filter kecantikan terhadap persepsi penting untuk menyadari bagaimana teknologi ini mempengaruhi citra diri dan kepercayaan diri seseorang. Kesadaran ini dapat membantu dalam mengelola ekspektasi terhadap penampilan dan mengurangi dampak negatifnya terhadap kesehatan mental.

Berikut adalah 7 dampak filter kecantikan di media sosial terhadap persepsi diri menurut psikologi tentang citra dan realita, dilansir dari laman Psypost, Minggu (16/3).

Wajah yang lebih menarik sering dikaitkan dengan sifat positif dalam interaksi sosial. Filter kecantikan memperkuat persepsi daya tarik dengan menyesuaikan fitur wajah agar lebih simetris dan halus.

Studi menunjukkan bahwa wajah yang telah diperindah lebih sering dinilai ramah dan bahagia. Namun, perubahan ini dapat menciptakan standar kecantikan yang sulit dicapai di kehidupan nyata.

Ekspektasi yang tinggi terhadap penampilan dapat menimbulkan tekanan bagi banyak orang. Penting untuk menyadari bahwa daya tarik tidak selalu mencerminkan karakter seseorang secara menyeluruh.

2. Pengaruh Terhadap Kecerdasan

Wajah yang lebih menarik sering dikaitkan dengan kecerdasan dalam banyak studi psikologi. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa hubungan ini tidak selalu konsisten ketika filter kecantikan digunakan.

Wajah yang telah diperindah cenderung tidak meningkatkan persepsi kecerdasan secara signifikan. Sebaliknya, jika seseorang sudah sangat menarik, peningkatan daya tarik lebih lanjut justru memiliki dampak yang lebih kecil terhadap persepsi kecerdasan.

Efek halo yang biasanya mengaitkan kecantikan dengan kecerdasan tampaknya memiliki batas tertentu. Artinya, daya tarik yang ditingkatkan secara digital tidak selalu berpengaruh pada penilaian intelektual.

3. Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin

Wanita cenderung menerima peringkat daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan pria. Meskipun demikian, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang wajahnya diperindah dengan filter terkadang dinilai lebih rendah dalam kecerdasan.

Stereotip gender yang sudah ada dapat memperkuat bias ini dalam persepsi sosial. Wajah pria tetap memiliki persepsi kecerdasan yang lebih stabil, bahkan setelah filter diterapkan.

Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik visual memiliki pengaruh yang berbeda tergantung pada gender. Kesadaran akan bias ini dapat membantu dalam memahami bagaimana standar kecantikan berkembang dalam berbagai konteks sosial.

4. Perbedaan Berdasarkan Usia

Orang muda umumnya dinilai lebih menarik dibandingkan orang tua. Filter kecantikan membantu mengurangi perbedaan ini dengan membuat wajah tampak lebih segar dan simetris.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore