Ilustrasi pria yang mudah tersinggung mungkin kurang memiliki kecerdasan emosional (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Mencermati kedewasaan emosional seseorang memang tidak selalu mudah terlihat dari luar. Beberapa orang mungkin tampak dewasa dari penampilan fisik. Akan tetapi, kedewasaan emosional adalah kualitas yang lebih dalam. Kedewasaan emosional melibatkan kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri. Selain itu, juga tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain secara sehat.
Psikologi memberikan kita petunjuk untuk mengenali orang yang mungkin belum mencapai kedewasaan emosional. Tanda-tanda ini seringkali tidak kentara, halus seperti angin sepoi-sepoi. Membangun hubungan yang solid, baik pribadi atau profesional, penting untuk mengenali tanda ini. Berikut delapan perilaku tersembunyi yang menandakan seseorang tidak dewasa secara emosional dikutip dari
geediting.com Kamis (13/3),
1. Menghindari Tanggung Jawab Seperti Wabah
Satu di antara tanda paling jelas dari ketidakdewasaan emosional adalah keengganan bertanggung jawab. Saat keadaan sulit, mereka akan menghindar dan lari ke arah yang berlawanan. Mereka ahli dalam menyalahkan orang lain dan selalu punya alasan untuk setiap situasi. Ini bukan hanya tentang menghindari tanggung jawab besar saja.
Tugas-tugas kecil seperti datang tepat waktu atau menepati janji pun terasa seperti gunung yang terlalu tinggi untuk didaki. Dalam dunia mereka, itu bukan salah mereka. Selalu saja masalah orang lain, keadaan, cuaca, atau bahkan horoskop mereka. Berurusan dengan orang seperti ini bisa sangat melelahkan. Terutama jika Anda berusaha membangun hubungan yang aman dan dewasa secara emosional.
2. Terus-menerus Memainkan Kartu Korban
Berkaitan erat dengan menghindar dari tanggung jawab adalah kecenderungan bermain sebagai korban. Orang-orang ini memiliki kemampuan luar biasa memutarbalikkan situasi. Sehingga mereka selalu menjadi pihak yang dirugikan, apa pun kenyataannya. Mereka mungkin menceritakan kisah-kisah sedih tentang betapa sulitnya hidup mereka.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan simpati dan menghindari akuntabilitas. Jika Anda menghadapi orang yang selalu merasa menjadi korban, penting untuk berhati-hati. Ini adalah tanda bahaya ketidakdewasaan emosional. Mereka mungkin tidak mau mengakui kesalahan atau belajar dari pengalaman mereka.
3. Ledakan Emosi Tiba-tiba
Ketidakstabilan emosional adalah ciri khas lain dari orang yang tidak dewasa secara emosional. Mereka mudah marah pada hal-hal kecil. Perubahan suasana hati mereka bisa sangat cepat dan tidak terduga. Satu menit mereka mungkin tampak bahagia, kemudian tiba-tiba mereka marah atau kesal.
Anda mungkin merasa seperti berjalan di atas kulit telur di sekitar mereka. Karena Anda tidak pernah tahu kapan ledakan emosi berikutnya akan terjadi. Perilaku ini menunjukkan kurangnya kontrol diri dan kesulitan dalam mengelola emosi. Orang dewasa yang matang secara emosional mampu mengatasi pasang surut kehidupan dengan tenang.
4. Kebutuhan Konstan untuk Validasi
Orang yang tidak dewasa secara emosional sangat membutuhkan validasi dari orang lain. Harga diri mereka sangat bergantung pada apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka. Mereka terus-menerus mencari pujian dan persetujuan. Kritik sekecil apa pun dapat membuat mereka hancur.
Mereka mungkin memamerkan pencapaian mereka atau mencari perhatian dengan cara lain. Ini adalah upaya untuk mengisi kekosongan emosional di dalam diri mereka. Kebutuhan validasi yang terus-menerus ini adalah tanda ketidakamanan dan kurangnya kepercayaan diri yang mendalam. Kedewasaan emosional berarti memiliki harga diri yang stabil dari dalam diri.
5. Kesulitan dalam Hubungan yang Setara
Hubungan yang sehat dibangun atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. Orang yang tidak dewasa secara emosional seringkali kesulitan dalam dinamika ini. Mereka mungkin mendominasi dan mengendalikan. Atau sebaliknya, mereka mungkin menjadi terlalu bergantung dan membutuhkan. Mereka mungkin melihat hubungan sebagai sesuatu yang transaksional.
Alih-alih kemitraan yang saling mendukung. Mereka mungkin juga kesulitan untuk memahami batasan dalam hubungan. Mereka mungkin menjadi terlalu Attached atau terlalu menjauh. Kedewasaan emosional memungkinkan seseorang untuk menjalin hubungan yang seimbang dan saling memuaskan.
6. Menghindari Konflik atau Menghadapinya dengan Tidak Sehat
Konflik adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan. Orang dewasa yang matang secara emosional mampu menghadapi konflik secara konstruktif. Mereka dapat berkomunikasi secara terbuka dan jujur untuk menemukan solusi. Namun, orang yang tidak dewasa secara emosional cenderung menghindari konflik sama sekali. Atau mereka menghadapinya dengan cara yang tidak sehat.
Mereka mungkin menjadi pasif-agresif, menarik diri, atau menyerang secara verbal. Mereka mungkin menggunakan manipulasi emosional untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ketidakmampuan untuk menangani konflik dengan baik adalah tanda ketidakdewasaan emosional. Mereka belum mengembangkan keterampilan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang sehat.
7. Kurangnya Empati
Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan emosi orang lain. Ini adalah komponen penting dari kedewasaan emosional. Orang yang tidak dewasa secara emosional seringkali berjuang dengan empati. Mereka mungkin kesulitan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Mereka mungkin tidak peduli dengan perasaan orang lain.
Dalam percakapan, mereka mungkin terus-menerus mengarahkan kembali ke diri mereka sendiri. Mereka mungkin gagal untuk memberikan dukungan emosional kepada teman atau pasangan. Kurangnya empati dapat membuat hubungan menjadi tegang dan tidak memuaskan. Kedewasaan emosional melibatkan kemampuan untuk terhubung dengan orang lain pada tingkat emosional.
8. Mereka Tidak Belajar dari Kesalahan
Setiap orang pasti membuat kesalahan. Orang dewasa yang matang secara emosional bertanggung jawab atas kesalahan mereka. Mereka belajar dari kesalahan tersebut dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Sebaliknya, orang yang tidak dewasa secara emosional cenderung menyangkal atau merasionalisasi kesalahan mereka. Mereka mungkin menyalahkan orang lain atau keadaan atas kesalahan mereka.
Mereka mungkin tidak pernah benar-benar meminta maaf atau membuat perubahan nyata. Pola perilaku ini menghambat pertumbuhan pribadi dan hubungan yang sehat. Kedewasaan emosional berarti mampu Refleksi diri dan berkembang dari pengalaman. Mengenali perilaku-perilaku ini pada diri sendiri atau orang lain adalah langkah pertama. Langkah pertama untuk membangun hubungan yang lebih sehat dan lebih memuaskan.