
Ilustrasi rokok elektrik atau vape. (Magnific)
JawaPos.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai berhasil mengungkap kasus penyelundupan cartridge vape mengandung etomidate di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menuai apresiasi. Keberhasilan itu menjadi bukti komitmen pemberantasan narkoba yang sudah ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ketua Umum Garuda Sakti Bersatu (Garda Satu) Abdul Rohim, BNN sudah kembali menunjukkan taji lewat keberhasilan pengungkapan kasus di Batam. Apalagi para pelaku berusaha menyembunyikan narkoba hasil selundupan dengan berbagai modus.
”Apresiasi untuk BNN sebagai pengarah dan pengendali dalam kaitan peredaran penyalahgunaan narkotika. Ini harus dipertahankan agar kedepan Indonesia bisa bebas dari narkotika,” kata dia kepada awak media pada Senin (3/8).
Pria yang akrab dipanggil Cak Rohim itu menyatakan bahwa Garda Satu sebagai salah satu pemerintah mendukung penuh kerja-kerja dan kinerja kementerian maupun lembaga negara, termasuk diantaranya BNN yang sukses bersama Bea Cukai dalam menindak pelaku penyelundupan narkoba.
”Kami sudah membentuk Badan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika (BPPN) di tingkat pusat maupun provinsi. Tujuannya membantu BNN untuk mensosialisasikan bahaya narkotika,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, BNN bersama Bea Cukai berhasil mengungkap kasus penyelundupan cartridge vape berisis etomidate dari Malaysia. Total ada 4 tempat kejadian perkara (TKP) yang disisir di wilayah Batam. Melalui pengungkapan kasus tersebut, Tim Gabungan BNN dan Bea Cukai mengamankan barang bukti dengan nilai Rp 5,1 miliar.
Melalui akun media sosial resminya, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa BNN mengungkapkan bahwa cartridge vape berisi cairan etomidate itu diselundupkan dari Malaysia melalui jalur laut. Persisnya lewat Perairan Batam di Kepri. Tidak hanya melibatkan Warga Negara Indonesia (WNI), kasus tersebut diduga menyeret Warga Negara Asing (WNA).
”6 tersangka diamankan, sedangkan 2 Warga Negara Asing yang diduga sebagai pemasok utama masih diburu,” terang Suyudi.
Berdasar laporan petugas di lapangan, barang haram tersebut disamarkan dalam kemasan makanan ringan untuk menghindari pemeriksaan. Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN memperkirakan telah menyelamatkan sekitar 13.964 jiwa dari potensi terpapar narkoba. Sementara jumlah barang bukti mencapai angka Rp 5,1 miliar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022