
Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (20/8). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dinilai lambat dalam menangani sengkarut kasus dugaan korupsi proyek Jalan Sebukit Rama-Sei Sederam di Kabupaten Mempawah.
Kasus ini menyita perhatian luas, karena diduga nama Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Ria Norsan, yang saat proyek berjalan masih menjabat sebagai Bupati Mempawah.
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, menegaskan pihaknya bakal mengambil langkah hukum apabila perkara tersebut berpotensi mandek. Boyamin menegaskan, pihaknya tak segan melakukan upaya hukum praperadilan agar terdapat kejelasan dalam penanganan kasus tersebut.
"Kalau nanti mangkrak ya akan saya laporkan ke Dewan Pengawas KPK maupun saya gugat praperadilan. Apalagi ini sudah penyidikan, harusnya cepat," kata Boyamin kepada wartawan, Kamis (7/5).
Boyamin menegaskan, keterlambatan penanganan perkara berisiko memunculkan krisis kepercayaan publik terhadap lembaga antirasuah. Karena itu, ia mengingatkan KPK untuk segera melanjutkan perkara tersebut.
"Terutama ketika perkara menyangkut pejabat publik aktif yang masih menjalankan pemerintahan," ujarnya.
Baca Juga:Putra Gubernur Kalbar Diperiksa KPK terkait Aliran Dana Kasus PUPR Mempawah, Tiga Orang Mangkir
Senada juga disampaikan mantan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. la mempertanyakan lambatnya proses penghitungan kerugian negara dalam perkara proyek jalan tersebut.
"Memang duitnya berapa triliun sih? Susah banget ngitungnya!" ujarnya.
Lebih lanjut, Saut menegaskan KPK perlu segera menunjukkan progres konkret agar tidak muncul persepsi publik bahwa penanganan perkara yang berkaitan dengan elit politik berjalan lambat dan tidak transparan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
