
Surat lengkap dari istri Ibam untuk Presiden Prabowo. (Akun Medsos Ibam)
JawaPos.com - Dwi Afrianti Nurfajri (Ririe), istri Ibrahim Arief (Ibam), membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto. Surat tersebut diunggah pada akun media sosial @ibamarief pada Sabtu (25/4). Lewat surat tersebut, Ririe meminta keadilan atas dakwaan dan tuntutan jaksa terhadap suaminya dalam kasus dugaan korupsi Chromebook.
”Bismillahirrahmanirrahim. Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tulis Ririe dalam unggahan tersebut.
Dalam unggahan yang sama, Ririe menyampaikan bahwa dengan segala kerendahan hati dia dan keluarganya memohon perlindungan hukum atas ketidakadilan yang dihadapi oleh Ibam. Dia yakin, kebenaran tidak akan dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Dia juga percaya, keadilan di Indonesia dapat ditegakkan sebagaimana mestinya.
”Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan,” imbuhnya.
Lewat surat yang dibuat pada 21 April 2026 itu, Ririe mengungkapkan bahwa dia, Ibam, dan keluarga kecilnya memutuskan kembali ke Indonesia sepuluh tahun lalu. Mereka menolak tawaran uang puluhan miliar dari perusahaan di luar negeri untuk pulang ke tanah air dengan niat yang tulus mengabdikan diri bagi masyarakat Indonesia.
Namun, niatan tersebut berbalas pahit. Kini Ibam didakwa dalam kasus dugaan korupsi dan telah dituntut dengan hukuman yang dirasa sangat berat oleh keluarganya. Yakni penjara 15 tahun, denda Rp 1 miliar, dan uang pengganti Rp 16,9 miliar. Jika tidak dibayar, maka hukuman Ibam akan bertambah menjadi 22,5 tahun.
”Angka ini terasa seperti vonis mati bagi masa depan keluarga kami, terlebih karena angka Rp 16,9 miliar hanya berasal dari kekeliruan pemahaman JPU terhadap dokumen bukti. Kekayaan sebesar itu tidak pernah kami miliki. Tuduhan dalam tuntutan tersebut sifatnya hanya dugaan dan tidak pernah dibuktikan kaitannya dengan perkara ini,” bunyi surat tersebut.
Pada surat yang sama, Ririe menyampaikan bahwa dia dan keluarganya sangat menghormati hukum dan mendukung penuh visi Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo. Yakni untuk memperkuat reformasi hukum dan pemberantasan korupsi yang seadil-adilnya.
”Namun, ketika fakta di persidangan seolah terabaikan, ketika tuntutan untuk Ibam yang seorang konsultan yang tidak terbukti memiliki konflik kepentingan dan tidak memiliki kewenangan apapun, menjadi lebih tinggi dibandingkan tuntutan terhadap terdakwa pejabat yang mengatur pengadaan dan terbukti menikmati aliran dana, hal ini menimbulkan pertanyaan bagi kami: mengapa negara seperti menzalimi suami saya?,” tulis Ririe.
Dia berharap surat tersebut sampai kepada Presiden Prabowo. Sehingga demi keadilan berdiri tegak di Indonesia, suaminya Ibam benar-benar mendapat keadilan dan perlindungan hukum. Menurut dia, keadilan untuk Ibam juga penting demi hilangnya rasa takut dari semua pihak yang dengan jujur dan tulus membantu negara dengan keahlian masing-masing.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
