
Kepala Divisi Hukum Kontras, Andrie Yunus (kiri).
JawaPos.com — Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, tengah menyita perhatian publik. Peristiwa ini dinilai tidak sekadar tindak kriminal biasa, melainkan diduga memiliki muatan politik.
Dewan Senior Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Thamrin Amal Tomagola, mengungkapkan adanya kemungkinan motif politik di balik serangan tersebut. Menurutnya, waktu kejadian yang bertepatan dengan kondisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai tidak stabil menjadi salah satu indikator.
“Prabowo Subianto dapat dianalogikan sebagai petinju yang sudah sempoyongan, masih berdiri, tetapi kehilangan keseimbangan. Justru dalam kondisi itulah penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi,” kata Thamrin kepada wartawan, Rabu (18/3).
Ia juga secara terbuka menyampaikan kecurigaannya bahwa serangan tersebut bisa saja dilakukan oleh kelompok yang ingin mempercepat jatuhnya pemerintahan. Dengan menyasar aktivis HAM, pelaku diduga berharap dapat memicu kemarahan masyarakat sipil yang berpotensi berkembang menjadi gejolak politik lebih besar.
“Apalagi jika kelompok ini berasal dari dalam lingkar kekuasaan, misalnya dari militer, langkah seperti ini sangat terbuka dan berisiko menjadi bumerang,” ucapnya.
Thamrin menilai kasus ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari berbagai indikasi teknis, seperti adanya empat pelaku, pola pelarian ke berbagai arah, hingga dugaan manipulasi informasi di media sosial.
“Semua itu menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak sederhana,” jelasnya.
Ia pun menegaskan, kekerasan tidak memiliki tempat dalam sistem demokrasi. Siapa pun pelakunya, tindakan teror seperti ini harus dilawan karena bertentangan dengan prinsip masyarakat sipil.
“Kita harus melawan aksi teror ini. Kekerasan tidak dapat dibenarkan dalam demokrasi, apalagi jika ditujukan untuk membungkam aktivis, mematikan ruang demokrasi, dan membangkitkan rezim teror,” tegasnya.
Sebelumnya, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) Markas Besar (Mabes) TNI, Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan bahwa keempat pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus berasal dari Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Mereka yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022