Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Maret 2026, 04.41 WIB

Istana Ingin Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus Diusut Tuntas Secepat-cepatnya

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan kepada awak media di Kantor Kemhan pada Selasa (17/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan keterangan kepada awak media di Kantor Kemhan pada Selasa (17/3). (Sahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menginginkan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diusut tuntas. Tidak hanya itu, Istana meminta Polri menangani kasus tersebut secepat-cepatnya.

Keterangan itu disampaikan oleh Prasetyo saat ditanyai oleh awak media pada Selasa (17/3). Dia menyatakan bahwa pesan dari Presiden Prabowo sudah disampaikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan telah diungkap kepada publik.

”Sudah disampaikan pak kapolri, tentu kami sangat prihatin dengan kejadian itu dan sebagaimana sudah disampaikan bapak kapolri, bapak presiden memerintahkan untuk diusut secara objektif, terbuka, dan secepat-cepatnya,” kata dia menegaskan.

Jenderal Sigit menyatakan bahwa dirinya sudah mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas peristiwa penyiraman air keras terhadap wakil koordinator Kontras tersebut. Saat ini proses hukum tengah berjalan. Polri mengerahkan tim dari Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) untuk mengungkap peristiwa itu.

”Terkait dengan perkembangan dari penyiraman aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari bapak presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan, dan tentunya langkah-langkah yang kami lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation,” kata dia pada Minggu (15/3).

Menurut Sigit, anak buahnya tengah mengumpulkan informasi untuk didalami oleh penyidik. Dia menyebut, setiap informasi yang masuk akan didalami satu per satu. Pihaknya juga proaktif membentuk posko pengaduan. Tujuannya untuk menampung informasi yang diberikan oleh masyarakat berkaitan dengan kasus tersebut.

”Seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat yang membantu kami, kami akan memberikan jaminan perlindungan,” kata dia.

Perkembangan terkait dengan penanganan kasus tersebut akan disampaikan kepada publik secara rutin. Tentu setelah ada perkembangan dari hasil pengumpulan informasi yang diperoleh Polri. Sigit pun menegaskan kembali, kasus itu mendapat atensi langsung dari Presiden Prabowo. Selain itu, masyarakat luas juga turut memberi perhatian serius.

Sebelumnya diberitakan bahwa aksi kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi. Kali ini menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dia menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam (12/3).

Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Dokter RSCM menyatakan bahwa Adrie mengalami luka bakar 24 persen. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami oleh Andrie nyaris di sekujur tubuh.

”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).

Dimas mengungkapkan bahwa serangan terhadap Andrie terjadi setelah dia melakukan siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Podcast tersebut bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

”Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ungkap dia.

Tagging: Polri, Istana, KontraS, Presiden, Andrie Yunus

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore