
Kepala Divisi Hukum Kontras, Andrie Yunus (kiri) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang.
JawaPos.com - Untuk mengungkap peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, Polri membentuk tim gabungan. Dari level polres, polda, sampai Bareskrim Polri. Tidak hanya itu, polisi membangun posko dan membuka hotline untuk mempercepat penanganan kasus tersebut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyampaikan bahwa tim gabungan itu dibentuk sebagai bukti keseriusan Polri dalam menangani kasus tersebut. Mereka bekerja sama untuk membuat terang aksi teror yang menyebabkan Andrie mengalami luka bakar serius.
”Bentuk keseriusan Polri di dalam menangani perkara ini, kami saat ini sudah membentuk tim gabungan pengungkapan perkara yang terjadi. Terdiri dari penyidik Satreskrim Polres (Metro) Jakarta Pusat, kemudian penyidik pada Direktorat (Reserse) Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya, dan Bareskrim Polri,” ujarnya.
Setelah mendapat informasi dan laporan kepolisian terbit, tim gabungan tersebut langsung bekerja. Mereka melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan bukti-bukti, meminta keterangan saksi, dan mengamankan sejumlah rekaman CCTV.
”Kami melakukan upaya penyelidikan, melakukan analisis terhadap CCTV dan analisis terhadap saluran komunikasi yang ada,” kata dia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menambahkan, pihaknya kini sudah mendirikan posko khusus untuk menangani kasus tersebut. Posko itu berdiri di lobi kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.
”Dalam pelayanan terkait penyiraman cairan berbahaya dengan call center 110 dan hotline 0812-8559-9191,” ungkap Budi.
Polda Metro Jaya mengajak semua pihak yang melihat, mendengar, dan mengetahui peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie turut memberikan informasi kepada polisi. Dengan begitu, penyelidikan dan penyidikan dalam proses hukum akan lebih cepat sampai pada kesimpulan.
”Kami juga menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang bahwa peristiwa ini menjadi prioritas utama Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk melakukan pengungkapan terhadap pelaku,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa aksi kekerasan terhadap aktivis kembali terjadi. Kali ini menimpa Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Dia menjadi korban penyiraman air keras yang dilakukan oleh orang tidak dikenal pada Kamis tengah malam (12/3).
Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Dokter RSCM menyatakan bahwa Adrie mengalami luka bakar 24 persen. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menyampaikan bahwa luka bakar yang dialami oleh Andrie nyaris di sekujur tubuh.
”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).
