
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, berikan kesaksian dalam sidang lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah & produk kilang Pertamina. (Ridwan/jawapos.com)
JawaPos.com – Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero) periode 2019–2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menegaskan bahwa selama masa jabatannya, dewan komisaris tidak pernah menerima laporan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penyimpangan sistem pengadaan, termasuk isu sewa kapal yang kini dipersoalkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok saat hadir sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Selasa (27/1).
Dalam persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) mendalami fungsi pengawasan dewan komisaris terhadap proses pengadaan yang diduga merugikan negara. Jaksa menanyakan apakah Ahok pernah menerima informasi terkait persoalan pengadaan yang menjadi temuan BPK.
“Kami tidak pernah dapat, Pak. Tidak ada, Pak. Di masa saya tidak ada,” kata Ahok menjawab pertanyaan jaksa.
Jaksa kemudian menanyakan lebih spesifik soal dugaan temuan BPK terkait pengadaan yang memenangkan salah satu pihak yang tidak masuk dalam daftar seleksi. Menanggapi hal tersebut, Ahok kembali menegaskan bahwa informasi tersebut tidak pernah sampai ke meja dewan komisaris.
“Nah itu kami tidak tahu, Pak. Karena semua pengangkatan langsung oleh Menteri BUMN. Tinggal surat. Bahkan kami dicopot pun, kami dilantik pun, tidak pernah diajak negosiasi,” jelasnya.
Keterangan Ahok menjadi sorotan mengingat dalam dakwaan JPU disebutkan adanya kerugian negara dalam kegiatan sewa kapal (ship chartering) dan sewa Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM).
Dalam dakwaan tersebut, pengadaan sewa kapal disebut telah memperkaya terdakwa Muhammad Kerry Adrianto Riza dan Dimas Werhaspati melalui PT Jenggala Maritim Nusantara (JMN) sebesar USD 9,86 juta dan Rp 1,07 miliar.
Ahok menekankan, apabila terdapat temuan BPK maupun BPKP pada saat itu, maka prosedurnya pasti akan ditindaklanjuti oleh dewan komisaris kepada direksi atau aparat penegak hukum.
Meski mengaku tidak pernah menerima laporan temuan BPK terkait pengadaan kapal, Ahok mengklaim sistem pengawasan internal yang dibangunnya di Pertamina sangat ketat. Ia menyebut, telah membangun sistem digitalisasi yang memungkinkannya memantau pergerakan minyak dan keuangan secara real-time melalui gawai pribadinya.
“Saya bisa ikuti semua minyak, uang, semua saya bisa ikuti. Sehingga mereka enggak bisa bohongin kami. Sampai kapal delay berapa hari saja, saya bisa curiga ada ‘kencing’ atau enggak,” beber Ahok.
Dalam kesaksiannya, Ahok juga menyinggung terbatasnya kewenangan dewan komisaris dalam menindak direksi bermasalah akibat intervensi langsung dari Kementerian BUMN. Ia menyebut, dalam dua tahun terakhir masa jabatannya, pengangkatan maupun pencopotan direksi kerap dilakukan tanpa melibatkan dewan komisaris.
“Sayangnya dua tahun terakhir keputusan mengangkat direksi atau tidak itu tidak melalui dekom sama sekali, langsung di-bypass oleh Menteri BUMN,” tuturnya.
Bahkan, Ahok secara terbuka meminta jaksa untuk tidak ragu memeriksa pihak-pihak yang lebih tinggi jika ingin mengungkap perkara ini secara menyeluruh.
“Makanya saya selalu bilang sama Pak Jaksa, periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot?” ucap Ahok yang disambut riuh pengunjung sidang.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
