
KPK menetapkan 5 tersangka terkait OTT pejabat pajak di Jakarta Utara. Salah satu tersangka adalah Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara Dwi Budi Iswahyu. (DOK KPK)
JawaPos.com – Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya merupakan salah satu jabatan strategis di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Jabatan itu pulalah yang diemban Dwi Budi Iswahyu yang terkena Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK).
Selain memiliki peranan penting dalam pengelolaan penerimaan negara dari sektor perpajakan, jabatan tersebut juga dikenal memiliki gaji dengan tunjangan yang cukup tinggi.
Secara struktural, Kepala KPP Madya setara dengan pejabat eselon II di lingkungan pemerintahan. Mengacu pada ketentuan kepegawaian aparatur sipil negara (ASN), pejabat eselon II umumnya berada pada golongan IV/d atau IV/e.
Lantas, berapa gaji Kepala KPP Madya?
Untuk gaji pokok, pejabat dengan golongan tersebut menerima penghasilan sekitar Rp 3,8 juta hingga Rp 6,3 juta per bulan, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 tentang gaji PNS. Namun, gaji pokok tersebut bukanlah komponen terbesar dari total penghasilan yang diterima.
Penghasilan terbesar Kepala KPP Madya justru berasal dari tunjangan kinerja (tukin). DJP diketahui sebagai salah satu instansi dengan tunjangan kinerja tertinggi di lingkungan Kementerian Keuangan. Besaran tukin disesuaikan dengan kelas jabatan serta capaian kinerja.
Berdasarkan ketentuan remunerasi yang berlaku, tunjangan kinerja Kepala KPP Madya masuk dalam JPT Pratama atau setara Eselon II dengan peringkat jabatan 23-20. Jika diperoleh full 100 persen, maka untuk paling besar peringkat jabatan 23 sebesar Rp 81,9 juta.
Sedangkan peringkat jabatan 22 sebesar Rp 72,5 juta, peringkat jabatan 21 sebesar Rp 64,1 juta, dan peringkat jabatan 20 sebesar Rp 56,7 juta. Jika saja, Dwi Wahyu diperkirakan termasuk peringkat jabatan 20.
Dengan demikian, total penghasilan Kepala KPP Madya setiap bulan dapat mencapai lebih dari Rp 63 juta. Namun begitu, besaran tunjangan kinerja secara full hanya akan diberikan jika penerimaan negara sesuai atau melampaui dengan target yang ditetapkan APBN.
Lebih rinci daftar gaji pokok PNS Golongan IV terbaru sesuai dalam PP Nomor 5 Tahun 2024:
Golongan IVa: Rp 3.287.800-5.399.900
Golongan IVb: Rp 3.426.900-5.628.300
Golongan IVc: Rp 3.571.900 -5.866.400
Golongan IVd: Rp 3.723.000-6.114.500
Golongan IVe: Rp 3.880.400-6.373.20
Sedangkan untuk Tukin PNS DJP sesuai dengan PP Nomor 37 Tahun 2015, sebagai berikut:
Peringkat jabatan 27 Pejabat Struktural (Eselon I): Rp 117.375.000
Peringkat jabatan 26 Pejabat Struktural (Eselon I): Rp 99.730.000
Peringkat jabatan 25 Pejabat Struktural (Eselon I): Rp 95.602.000
Peringkat jabatan 24 Pejabat Struktural (Eselon I): Rp 84.604.000
Peringkat jabatan 23 Pejabat Struktural (Eselon II): Rp 81.940.000
Peringkat jabatan 22 Pejabat Struktural (Eselon II): Rp 72.522.000
Peringkat jabatan 21 Pejabat Struktural (Eselon II): Rp 64.192.000
Peringkat jabatan 20 Pejabat Struktural (Eselon II): Rp 56.780.000
Peringkat jabatan 20 Pranata Komputer Utama: Rp 42.585.000
Peringkat jabatan 19 Pejabat Struktural (Eselon III): Rp 46.478.000
Peringkat jabatan 18 Pejabat Struktural (Eselon III): Rp 42.058.000
Peringkat jabatan 18 Pemeriksa Pajak Madya: Rp 42.058.000
Peringkat jabatan 18 Penilai PBB Madya: Rp 34.172.125
Peringkat jabatan 17 Pejabat Struktural (Eselon III): Rp 37.219.800
Peringkat jabatan 17 Pranata Komputer Madya: Rp 27.914.850
Peringkat jabatan 16 Pejabat Struktural (Eselon IV): Rp 28.757.200
Peringkat jabatan 16 Pemeriksa Pajak Muda: Rp 25.162.550
Peringkat jabatan 16 Penilai PBB Muda: Rp 21.567.900
Peringkat jabatan 15 Pejabat Struktural (Eselon IV): Rp 25.411.600
Peringkat jabatan 15 Pemeriksa Pajak Penyelia: Rp 22.235.150
Peringkat jabatan 15 Penilai PBB Penyelia: Rp 19.058.700
Peringkat jabatan 14 Pejabat Struktural (Eselon IV): Rp 22.935.762
Peringkat jabatan 14 Pranata Komputer Muda: Rp 21.586.600
Peringkat jabatan 13 Pemeriksa Pajak Pertama: Rp 17.268.600
Peringkat jabatan 13 Pranata Komputer Penyelia: Rp 16.189.312
Peringkat jabatan 13 Pranata Komputer Pertama 16.189.312,50
Peringkat jabatan 13 Penilai PBB Pertama: Rp 15.110.025
Peringkat jabatan 12 Pemeriksa Pajak Pelaksana Lanjutan: Rp 15.417.937
Peringkat jabatan 12 Penilai PBB Pelaksana Lanjutan: Rp 14.390.075
Peringkat jabatan 12 Penelaah Keberatan Tk.I: Rp 15.417.937
Peringkat jabatan 12 Pelaksana Lainnya: Rp 11.306.487,50

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
