
Barang bukti sabu-sabu yang diamankan dari pelaku pasutri WN Pakistan. (Bareskrim Polri)
JawaPos.com - Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu melibatkan Warga Negara Asing (WNA) kembali terjadi. Kali ini melibatkan pasangan suami istri (pasutri) berkewarganegaraan Pakistan.
Keduanya diamankan oleh petugas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa (6/1). Barang bukti penyelundupan narkoba berupa 162 kapsul sabu-sabu terdeteksi dalam perut kedua pelaku.
Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso menyampaikan, kasus penyelundupan sabu-sabu itu diungkap oleh Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kedua pelaku diamankan sekitar pukul 19.00 WIB di Kantor Bea Cukai A bandara internasional tersebut.
Kedua pelaku masing-masing bernama Javed Muhammad usia 35 tahun dan Bibi Saiman usia 28 tahun. Mereka terdata sebagai warga negara Pakistan.
Untuk menyelundupkan 162 kapsul sabu, keduanya menelan masing-masing 100 dan 62 kapsul sabu. Persisnya 100 kapsul sabu ditelan oleh Javed dan 62 kapsul sabu ditelan oleh Bibi.
”Tim di Bandara Soekarno-Hatta mendapatkan informasi bahwa hasil pemeriksaan rontgen yang dilakukan terhadap 2 orang tersangka berkewarganegaraan Pakistan yang diduga menyelundupkan narkoba dengan metode penyelundupan dengan cara ditelan atau dikenal sebagai body packing,” terang Brigjen Eko dikutip pada Sabtu (10/1).
Metode itu memungkinkan pelaku penyelundupan narkoba untuk menelan barang haram tersebut. Sebab, narkoba dikemas rapat dalam banyak paket atau kapsul kecil.
Dengan begitu, narkoba akan berada di dalam lambung atau usu pelaku selama proses penyelundupan berlangsung.
Berdasar hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka, polisi mendapatkan informasi bahwa mereka terbang menggunakan maskapai Thai Airways dari Pakistan.
Rute penerbangannya adalah Lahore-Bangkok-Jakarta. Pada 6 Januari lalu, kedua tersangka mengakui bahwa kemasan kapsul yang dalam perut mereka merupakan narkotika.
”Dari pemeriksaan rontgen awal ditemukan benda mencurigakan dalam bentuk kapsul kemudian petugas berkoordinasi dan merujuk kedua tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri dalam upaya pengeluaran barang bukti dengan prosedur medis oleh tim dokter,” terang Eko.
Selain untuk mengeluarkan barang bukti, tindakan medis tersebut dilakukan untuk mencegah kapsul tersebut pecah dan mengancam jiwa tersangka.
Menurut Eko, pengeluaran barang bukti yang dilakukan oleh Tim Medis Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri dilakukan secara alami yaitu dengan memberikan obat perangsang BAB.
”Dari tersangka Javed Muhammad sementara telah berhasil mengeluarkan 97 buah kapsul dari organ tubuhnya dan untuk tersangka Bibi Saima telah berhasil mengeluarkan 62 buah kapsul dari organ tubuhnya,” terang dia.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
