Ilustrasi foto Gedung KPK. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sinyal bahwa penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) tidak hanya berhenti pada lima tersangka yang sudah ditetapkan.
Lembaga antirasuah membuka peluang adanya tersangka baru, seiring pendalaman aliran dana (follow the money) yang kini turut menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil (RK).
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan penyidikan perkara yang ditaksir merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah ini masih sangat dinamis.
“Tidak menutup kemungkinan penyidikan perkara ini masih akan terus berkembang. Apakah ada peran dari pihak lain di luar tersangka yang sudah ditetapkan, termasuk terkait aliran-aliran uang dari dana non-budgeter tersebut,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (2/12) malam.
Indikasi keterlibatan pihak lain menguat setelah penyidik menemukan pola penyamaran aset. KPK menduga sebagian dana non-budgeter hasil korupsi belanja iklan tersebut, mengalir menjadi aset pribadi yang diatasnamakan pihak lain.
Salah satu temuannya adalah penyitaan satu unit motor Royal Enfield saat penggeledahan. Kendaraan tersebut tidak tercatat atas nama Ridwan Kamil, namun diduga dibeli menggunakan dana non-budgeter BJB.
“Aset tersebut diduga dibeli menggunakan dana non-budgeter lalu diatasnamakan pihak lain. Karena itu penyidik melakukan penyitaan,” ujar Budi.
Ia tak memungkiri, penyidik kini tengah mencocokkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik RK dengan temuan di lapangan. KPK mendalami kemungkinan adanya aset properti, usaha, atau kekayaan lain yang belum dilaporkan maupun tidak sebanding dengan penghasilan resmi RK saat menjabat gubernur.
Meski Ridwan Kamil membantah bahwa aset berupa motor Royal Enfield yang disita KPK dibeli dari uang pribadi, KPK tidak hanya bergantung pada pengakuan satu saksi.
“Silakan itu pendapat yang bersangkutan. Tapi penyidik tidak hanya mengacu pada satu sumber informasi. Kami menyandingkan dengan keterangan saksi lain, dokumen, dan barang bukti elektronik yang sudah disita,” tutur Budi.
Sementara, Ridwan Kamil menegaskan dirinya tidak terlibat dan tidak mengetahui adanya praktik korupsi atau aksi korporasi di tubuh BJB. Ia juga membantah bahwa aset yang disita berkaitan dengan dana korupsi.
“Karena saya tidak mengetahui, maka semua yang pernah ramai itu adalah dana pribadi,” ucap RK usai menjalani pemeriksaan di markas KPK, Selasa (2/12).
Dalam kasus ini, KPK menaksir dana non-budgeter dari pengadaan iklan BJB mencapai lebih dari Rp 200 miliar. Dana tersebut dikelola di tingkat corporate secretary dan diduga mengalir ke berbagai pihak, termasuk untuk kepentingan operasional dan pribadi sejumlah pejabat.
Saat ini, lima tersangka telah ditetapkan, termasuk mantan Direktur Utama, pejabat divisi, hingga pihak swasta dari agensi periklanan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022