
Caption: Presiden Prabowo Subianto dalam acara pemusnahan narkoba di Mabes Polri/(Dok. Humas Mabes Polri)
JawaPos.com-Peredaran narkoba di Indonesia terus menunjukkan tren mengkhawatirkan. Dalam periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, aparat gabungan menyita 214,84 ton narkoba senilai lebih dari Rp 29,37 triliun.
Presiden Prabowo Subianto memberikan atensi khusus dengan hadir langsung pada pemusnahan barang bukti narkoba berbagai jenis pada 30 Oktober 2025, dengan total lebih dari 214 ton barang bukti narkoba disita dan dimusnahkan oleh Polri. Angka itu setara Rp 29,37 triliun. Tidak hanya itu, pengungkapan kasus narkoba dengan barang bukti sebanyak itu sama saja dengan menyelamatkan 629 juta jiwa.
Sebagian besar berasal dari jaringan internasional Asia Tenggara yang mengandalkan jalur laut, logistik komersial, hingga penyamaran dalam paket belanja daring.
Data ini sejalan dengan laporan internasional yang mencatat penyitaan metamfetamin di Asia Tenggara mencapai 236 ton sepanjang 2024, naik 24 persen dari tahun sebelumnya (sumber: UNODC, Reuters, dan Bangkok Post).
Berikut lima fakta penting tentang bagaimana narkoba masuk dan beredar di Indonesia, serta jenis yang paling banyak disita sepanjang 2025.
1. Diproduksi di Segitiga Emas Asia Tenggara
Kawasan Golden Triangle yang meliputi Myanmar, Laos, dan Thailand masih menjadi sumber utama produksi metamfetamin dan amphetamine-type stimulants (ATS). Meski tren global mulai beralih ke obat sintetis, produksi opium dan heroin dari Myanmar masih terus berjalan.
Jalur perdagangan prekursor kimia lintas negara membuat proses pembuatan obat sintetis menjadi fleksibel dan sulit dilacak.
2. Jalur Maritim Jadi Gerbang Utama
Indonesia yang memiliki ribuan pulau menjadi target empuk jaringan internasional.
Rute paling rawan meliputi perairan Batam, Kepulauan Riau, dan pesisir Sumatra.
Pada Juni 2025, aparat menggagalkan penyelundupan dua ton sabu dari kapal yang diduga berangkat dari kawasan Golden Triangle.
Selain kapal kecil, penyelundupan juga dilakukan lewat kapal nelayan, speedboat, hingga kapal barang.
3. Disamarkan dalam Kargo dan Paket Komersial
Modus penyelundupan terbaru adalah melalui pengiriman logistik dan e-commerce.
Narkoba disembunyikan di barang konsumen, kontainer, hingga paket kecil yang sulit dideteksi.
Jaringan internasional bahkan menyamarkan pengiriman melalui kode produk palsu atau alamat fiktif.
4. Jenis Narkoba yang Paling Marak di 2025
Tahun ini, metamfetamin (sabu/crystal meth) mendominasi pasar gelap Indonesia, disusul ekstasi, ganja, dan obat keras sintetis seperti ketamin, happy-five, hingga “happy water”.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
