
Konferensi pers kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih Jakarta Pusat digelandang penyidik Di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Serka N dan Kopda FH kini terancam hukuman berat. Penyidik Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta yang menjadikan kedua prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu menjadi tersangka menjerat mereka dengan pasal berlapis. Langkah itu diambil setelah mereka terlibat dalam penculikan kepala cabang (kacab) bank BUMN Cempaka Putih Mohammad Ilham Pradipta.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa penyidikan Serka N dan Kopda FH dalam kasus yang menyebabkan korban meninggal dunia memang belum selesai. Namun, penyidik sudah memiliki gambaran penerapan pasal yang tepat untuk kedua prajurit pasukan khusus TNI AD tersebut.
”Penyidikan perkaranya belum selesai, namun rencana pasal-pasal yang disangkakan terhadap keduanya yaitu Pasal 328 juncto Pasal 333 ayat (3) juncto Pasal 351 ayat (1) dan (3) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” terang Freddy pada Selasa malam (23/9).
Menurut jenderal bintang satu TNI AL berlatar belakang Korps Marinir tersebut, penyidik Pomdam Jaya melaksanakan tugas penanganan perkara tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Mereka menyelidiki dan menyidik kasus tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel. Itu sesuai dengan perintah dari pimpinan TNI.
”Saat ini dua oknum prajurit TNI yang menjadi tersangka dalam kasus yang melibatkan kepala cabang salah satu bank BUMN yang telah ditahan di Pomdam Jaya, kondisi kesehatan maupun psikologis keduanya dalam keadaan baik. Karena seluruh proses penyidikan dilakukan sesuai dengan prosedur hukum serta aturan yang berlaku di lingkungan TNI,” terang dia.
Penyidikan kasus penculikan kacab bank BUMN Cempaka Putih dimulai setelah pihak keluarga melaporkan bahwa korban hilang. Penelusuran dimulai dari lokasi parkir Lottemart Pasar Rebo, Jakarta Timur (Jaktim). Korban dijemput paksa dari lokasi tersebut pada 20 Agustus lalu. Besoknya, jenazah korban ditemukan oleh warga di wilayah Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Belakangan diketahui bahwa korban diculik dengan motif ekonomi atau uang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
