ilustrasi TKI.(Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Kamboja disebut sebagai pusat praktik penipuan internasional yang banyak memakan korban pekerja migran asal Indonesia. Ribuan anak muda tergiur janji manis pekerjaan bergaji dolar, namun yang mereka hadapi justru eksploitasi.
Banyak tenaga dan otak anak muda Indonesia diperas habis-habisan untuk memperkaya pihak lain yang sebenarnya bisa untuk kekayaan dalam negeri di masa depan.
Hal ini diungkapkan salah seorang pekerja yang fokus dalam menangani kasus scammer, Miss Yuni dalam sebuah podcast bersama Ari Untung.
Ia menjelaskan, alasan dirinya terlibat langsung dalam isu pekerja migran di Kamboja karena banyak WNI yang menjadi korban sindikat penipuan di negara itu.
“Pusat penipuannya ada di Kamboja. Mbak-mbak kita ditipu di sana. Harusnya uang yang mereka hasilkan dikirim ke Indonesia untuk keluarga, tapi justru masuk ke Kamboja,” ujarnya, dikutip Senin (15/9).
Fenomena ini menurutnya sangat berbahaya bagi masa depan bangsa. Anak-anak muda Indonesia yang seharusnya berkontribusi untuk pembangunan negeri sendiri justru dimanfaatkan untuk membesarkan ekonomi negara lain.
“Saya yakin lima sampai sepuluh tahun ke depan, Kamboja bisa lebih maju dari Indonesia. Kenapa? Karena otak dan tenaga anak muda Indonesia diperas di sana untuk menghasilkan uang,” ucapnya.
Ia mengingatkan, jika pemerintah tidak segera menghentikan siklus ini, dampaknya akan serius bagi ketahanan ekonomi Indonesia.
“Kita harus sadar, kalau tidak disetop, maka yang rugi adalah Indonesia sendiri. Pekerja migran kita yang seharusnya menjadi pejuang devisa, justru dimanfaatkan untuk kepentingan negara lain,” pungkas Yuni.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
