
Tersangka kasus korupsi pemerasan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang juga Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel menuju ruang konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025). (Salman
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah uang tunai dalam bentuk dolar saat menggeledah rumah tersangka Irvian Bobby Mahendra (IBM) atau dikenal dengan julukan Sultan Kemenaker.
Penggeledahan dilakukan pada Selasa (26/8), terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Selain uang dolar, penyidik juga menemukan barang bukti elektronik (BBE) di kediaman Irvian.
“Penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah saudara IBM. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan BBE serta uang tunai dalam bentuk dolar. Semuanya sudah dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/8).
Namun, Budi belum membeberkan jumlah uang dolar yang berhasil disita. Menurutnya, seluruh barang bukti yang diamankan masih dianalisis untuk melengkapi berkas perkara para tersangka.
“Semua BBE yang diamankan dan dokumen-dokumen terkait akan dibuka, dianalisis, dan diekstrak. Kita akan melihat isinya, termasuk petunjuk-petunjuk dari barang bukti tersebut,” jelas Budi.
Selain menggeledah rumah Irvian, KPK juga menyisir kantor Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ditjen Binwasnaker dan K3) Kemenaker di Jakarta pada hari yang sama. Dari lokasi tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen, barang elektronik, uang tunai dalam bentuk rupiah, serta mata uang asing lainnya.
“Penyidik juga mengamankan catatan keuangan dan bukti penukaran uang. Seluruhnya diduga terkait dengan perkara ini,” tegas Budi.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan dan menahan 11 tersangka dalam kasus pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kemenaker. Salah satunya, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel.
Dari hasil pemerasan sejak 2019, para tersangka berhasil mengumpulkan uang hingga Rp 81 miliar. Irvian disebut mendapat jatah terbesar, yakni Rp 69 miliar. Sementara Noel memperoleh Rp 3 miliar serta satu unit motor Ducati.
Modus pemerasan dilakukan dengan memperlambat, mempersulit, atau bahkan tidak memproses permohonan sertifikasi K3 apabila pihak pemohon tidak membayar lebih. Biaya yang seharusnya hanya Rp 275 ribu melonjak hingga Rp 6 juta akibat praktik haram tersebut.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
