
Ilustrasi foto Gedung KPK. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Laskar Merah Putih Markas Cabang Cianjur untuk melengkapi laporan terkait dugaan korupsi jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat.
Perwakilan LBH Laskar Merah Putih Cianjur, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa kedatangannya ke Gedung Merah Putih KPK bertujuan untuk memenuhi permintaan lembaga antirasuah. Hal ini sekaligus memperkuat laporan pengaduan masyarakat yang telah diajukan pada 9 Februari 2026 dengan nomor registrasi 2026-A-00674.
“Kami datang untuk melengkapi bahan dan data sesuai permintaan KPK. Ini bagian dari komitmen kami dalam mengawal laporan masyarakat terkait dugaan praktik korupsi, termasuk indikasi jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Cianjur,” kata Iwan kepada wartawan, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, dugaan tersebut mengacu pada tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 junto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, khususnya pasal-pasal yang mengatur praktik suap yang melibatkan pegawai negeri atau penyelenggara negara.
Menurutnya, pengawalan laporan ini merupakan bentuk dorongan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi di Kabupaten Cianjur.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga aspirasi masyarakat agar pemerintah daerah benar-benar berpihak pada kepentingan publik serta menjamin aparatur sipil negara (ASN) yang profesional dalam memberikan pelayanan.
“Kami akan terus mengawal laporan ini karena merupakan aspirasi masyarakat yang menginginkan pemerintahan bersih dan berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Cianjur secara luas,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi KPK yang telah menerima laporan tersebut, serta membuka ruang diskusi dan konsultasi terkait materi pengaduan. Meski demikian, LBH Laskar Merah Putih mendesak KPK untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut secara serius.
“Kami meminta KPK melakukan penelusuran secara objektif dan profesional hingga ke tahap penyelidikan, agar dugaan praktik jual beli jabatan ini dapat diungkap secara terang,” pungkasnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
