
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan perkembangan penanganan kasus dugaan penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih. (Dery Ridwansah/JawaPos.com
JawaPos.com - Polda Metro Jaya menyampaikan perkembangan penanganan kasus dugaan penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih pada Selasa petang (26/8). Sampai hari ini, total sudah ada 15 orang yang diamankan oleh pihak kepolisian. Namun, belum semua diumumkan sebagai tersangka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyampaikan bahwa penanganan kasus tersebut melibatkan Subdit Resmob dan Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Selain itu, Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) yang mengungkap temuan jenazah korban bernama Mohamad Ilham Pradipta juga berperan.
”Kami update ada 15 orang yang diamankan. 15 orang yang diamankan, (terdiri atas) 6 orang diamankan oleh rekan-rekan dari Subdit Resmob. Kemudian 9 orang lainnya itu yang diamankan oleh Subdit Jatanras,” kata dia.
Meski belum membeber penanganan kasus tersebut secara detail dan terperinci, Ade Ary memastikan bahwa Polda Metro Jaya akan mengusut tuntas kematian Ilham. Karena itu, proses hukum terhadap kasus tersebut dilaksanakan sesuai dengan aturan, ketentuan, prosedur, serta prinsip-prinsip scientific crime investigation.
”Kasus ini akan diungkap secara tuntas profesional, akuntabel, transparan berdasarkan SOP yang berlaku. Saat ini Tim Gabungan masih bekerja,” ucap Ade Ary.
Jenazah Ilham ditemukan oleh warga di wilayah Bekasi, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis pekan lalu (21/8). Sebelum ditemukan tidak bernyawa, rekaman Closed Circuit Television (CCTV) pada Rabu (20/8) menunjukkan Ilham diangkut paksa oleh beberapa orang tidak dikenal yang belakangan ditangkap sebagai tersangka penculik korban. Jumlahnya sebanyak 4 orang.
Selain itu, polisi juga sudah menetapkan 4 tersangka lainnya. Yakni orang-orang yang diduga berperan sebagai otak atau aktor intelektual dalam kasus tersebut. Salah satunya adalah seorang pengusaha bimbingan belajar (bimbel) online berinisial DH alias Dwi Hartono. Dia diciduk oleh polisi di Solo, Jawa Tengah (Jateng) bersama tersangka lainnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
