
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY menunjukkan barang bukti kasus dugaan mutilasi di Sleman di Mapolda DIY Minggu (16/7). (Khairul Ma
JawaPos.com - Motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian oleh Waliyin, 29, dan RD, 38, sedikit demi sedikit mulai terungkap. Meski masih belum sepenuhnya dibuka penyidik Diterskrimum Polda DIJ, tapi sudah mulai ada titik terang.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes FX Endriadi mengungkap antara kedua pelaku dan korban sudah saling kenal. Perkenalan pelaku dengan korban disebut Endriadi terjadi karena ketiganya tergabung dalam sebuah komunitas. Komunitas itu sendiri juga disebut melakukan aktivitas yang tidak wajar.
Pertemuan antara Redho Tri Agustian dengan Waliyin dan RD terjadi setelah ketiganya melakukan komunikasi. Setelah bertemu, Endriadi menyebut ketiganya melakukan aktivitas yang tidak wajar. Hanya saja, Endriadi sama sekali tidak menjelaskan secara rinci 'aktivitas tidak wajar' yang dimaksudnya. Hanya saja dia menyebut bahwa aktivitas itu berhubungan dengan kekerasan.
"Nanti masih kami lakukan pendalaman selanjutnya akan disampaikan kembali," kata Endriadi seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).
Dari aktivitas yang tidak wajar itu, korban akhirnya meningal dunia. Hal itu sama sekali tidak diprediksi oleh kedua pelaku. Akibatnya, Waliyin dan RD pun panik ketika mendapati Redho meninggal dunia. Saat panik dan ketakutan itulah, kedua pelaku berusaha untuk menghilangkan jejak.
"Mereka (korban dan pelaku) melakukan kegiatan berupa kekerasan satu sama lain dan terjadi berlebihan, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Endriadi.
Karena tidak ingin kematian korban diketahui sekaligus menghilangkan jejak, kedua pelaku memutuskan memotong-motong tubuh korban. Pada saat itulah Waliyin dan RD memutilasi mahasiswa UMY tersebut. Mutilasi yang dilakukan keduanya dengan cara memotong kepala, pergelangan tangan, dan kaki. Kemudian memotong bagian tubuh dan menguliti korban. Hal itu diakukan Waliyin dan RD dengan maksud untuk menghilangkan atau mengaburkan identitas korban.
"Untuk menghilangkan jejaknya. Pergelangan tangan dan pergelangan kaki, pelaku merebusnya untuk menghilangkan sidik jarinya," beber Endriadi.
Sementara itu, Wadirreskrimsus Polda DIJ, AKBP Tri Panungko meminta publik agar bersabar. Masyarakat juga diminta tidak membuat spekulasi atau asumsi yang justru menambah buram penanganan kasus tersebut. Spekulasi dan asumsi itu nantinya malah hanya akan memunculkan informasi rancu di tengah masyarakat.
Sampai saat ini, kata Tri, penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku. Untuk menangani kasus ini, penyidikan dilakukan secara scientific investigation atau dikenal dengan investigasi dengan keilmuan. Selain itu, penyidik juga akan melakukan pemeriksaan psikologi forensik dan klinis terhadap Waliyin dan RD.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
