
Terdakwa Ferdy Sambo tiba di ruang sidang untuk menjalani persidangan perdana perkara kasus pembunuhan Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Di Pengadilan Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022. Ferdy Sambo dkk didakwa melanggar Pasal 340 KUHP juncto
JawaPos.com - Ferdy Sambo membangun cerita bahwa telah terjadi pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir. Lalu terjadi tembak-menembak antara Brigadir J dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang menyebabkan Brigadir J tewas.
Cerita ini kemudian disampaikan Sambo kepada Brigjen Pol Hendra Kurniawan dalam pertemuan di rumah dinas Kadiv Propam Polri Jalan Duren Tiga, Mampang, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022 sekitar pukul 19.00 WIB.
Sambo menceritakan kepada Hendra bahwa Putri Candrawathi histeris setelah peristiwa tersebut. Lalu, berdasar cerita Sambo, Nofriansyah Yosua Hutabarat panik dan keluar dari kamar Putri Candrawathi. Saat keluar ketahuan oleh Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Nofriansyah kemudian beraksi spontan dengan menembak Richard Eliezer Pudihang Lumiu.
Melihat situasi tersebut, Richard Eliezer Pudihang Lumiu membalas tembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat. Sehingga terjadilah saling tembak di antara mereka berdua yang mengakibatkan Yosua meninggal.
Setelah menemui Sambo, Hendra Kurniawan menemui Benny Ali mantan Karo Provos Div Propam Polri yang telah datang terlebih duhulu di rumah dinas. Hendra menanyakan kepada Benny pelecehan yang terjadi seperti apa. Benny menjawab telah bertemu langsung Putri Candrawathi dan menceritakan pelecehan terjadi saat dirinya sedang istirahat di kamarnya.
"Permasalahannya korban Nofriansyah Yosua Hutabarat telah memasuki kamar Putri Candrawathi dan sedang meraba-raba paha sampai mengenai kemaluan Putri Candrawathi. Putri Candrawathi kaget dan terbangun sambil berteriak," kata Benny menceritakan kepada Hendra.
Akibat teriakan tersebut, Nofriansyah Yosua Hutabarat menodongkan senjata kepada Putri dan mencekik lehernya. Putri pun semakin histeris. Nofriansyah Yosua Hutabarat semakin panik dan keluar dari kamar. Di saat itu dia bertemu dengan Richard Eliezer Pudihang Lumiu dan kemudian terjadi tembak-menembak.
Di kantor Divpropam Polri Hendra mengklarifikasi kejadian di Duren Tiga kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf. Mereka membenarkan cerita yang dikarang oleh Ferdy Sambo. Lalu Ferdy Sambo bersama Hendra Kurniawan dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf menjalin kesepakatan untuk menyamakan persepsi terkait skenario yang telah disusun Ferdy Sambo.
"Bro untuk pemeriksaan saksi-saksi oleh penyidik Selatan di tempat bro aja ya! Biar tidak gaduh karena ini menyangkut pelecehan mbak, dan tolong cek CCTV kompleks," kata Sambo melalui saluran telepon kepada Hendra Kurniawan.
Seperti diketahui, Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo didakwa melakukan pelanggaran obstruction of justice atau menghalang-halangi penyidikan dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Setelah proses penembakan Yosua, Sambo mengarang cerita bahwa kematian Yosua karena tembak-menembak dengan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.
Pada 8 Juli 2022, Sambo memanggil Brigjen Pol Hendra Kurniawan untuk datang ke rumah dinas di Jalan Duren Tiga, Mampang, Jakarta Selatan. "Saksi Hendra Kurniawan bertanya kepada terdakwa Ferdy Sambo ada peristiwa apa Bang? Dijawab oleh Ferdy Sambo ada pelecehan terhadap Mbakmu," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10).
Hendra Kurniawan kemudian menghubungi AKBP Ari Cahya Nugraha untuk melakukan screening CCTV di sekitar kompleks rumah dinas Kadiv Propam Polri. Irfan Widyanto selaku anak buah Ari Cahya Nugraha melaporkan ada 20 CCTV. Irfan kemudian diperintahkan Agus Nurpatria mengambil DVR CCTV di pos sekuriti dan menggantinya dengan yang baru. DVR CCTV di rumah Ridwan Soplanit juga diminta diganti dengan yang baru.
DVR CCTV ini diserahkan kepada Chuck Putranto. Pada 10 Juli 2022 Arif Rahman kemudian meminta bertemu dengan Chuck Putranto di Polres Metro Jakarta Selatan. Pertemuan ini juga diikuti oleh saksi Rifaizal Samual. CCTV selanjutnya diberikan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.
Sehari kemudian, Ferdy Sambo menanyakan keberadaan CCTV kepada Chuck Putranto. Dia kesal setelah tahu CCTV diberikan kepada penyidik Polres Jakarta Selatan. Ferdy Sambo kemudian memerintahkan Chuck Putranto mengambil CCTV tersebut dan menyalin isinya. "Lakukan jangan banyak tanya, kalau ada apa-apa saya yang tanggung jawab," kata Sambo kepada Chuck Putranto.
CCTV tersebut kemudian disalin isinya oleh Baiquni Wibowo. Setelah disalin, Chuck Putranto melaporkan kepada Arif Rahman. Kemudian hasil salinan ditonton bersama oleh Arif Rahman, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Ridwan Soplanit. Dari sini Arif Rahman sadar jika cerita Ferdy Sambo tidak benar, bahwa Nofriansyah Yosua Hutabarat masih hidup saat Ferdy Sambo datang di rumah dinas. Temuan ini dilaporkan kepada Hendra Kurniawan selaku senior yang menangani kasus ini.
Ferdy Sambo tampak marah kepada para anak buahnya tersebut. Ferdy Sambo pun meminta kepada Arif Rahman untuk menghapus dan memusnashkan file tersebut. Dia memerintahkan kepada Hendra Kurniawan untuk memastikan penghapusan file berjalan tuntas.
Atas hal itu, Ferdy Sambo didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022