
Photo
JawaPos.com - Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar membenarkan, bahwa terduga teroris yang ditembak mati oleh aparat berprofesi sebagai dokter lembaga kemanusiaan Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI).
Adapun teroris yang ditembak mati di oleh Anggota Densus 88 Antiteror saat ingin melakukan penangkapan di Sukoharjo, Jawa Tengah.
"Ya benar (dokter Sunardi). Penjelasannya nanti akan disampaikan oleh Div Humas ya," ujar Aswin saat dikonfirmasi, Jumat (11/3).
Sementara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan terduga teroris Sunardi alias SU adalah anggota dari kelompok radikal Jamaah Islamiah (JI).
"Keterlibatan SU adalah selaku anggota organisasi teroris JI," kata Ramadhan.
Ramadhan membeberkan, SU pernah menjabat sebagai Deputi Dakwah di JI. Kemudian SU juga pernah menjabat sebagai Penasihan Amir Khimad JI.
"Yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Amir Khidmat. Jabatan adalah Deputi Dakwah dan informasi dan yang bersangkutan sebagai Penasihat Amir JI dan juga penanggung jawab Hilal Ahmar Society," ungkapnya.
Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan mengatakan Densus 88 Antiteror menembak seorang terduga teroris dari Jamaah Islamiyah (JI) berinisial SU di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu (9/3) lalu.
Ramadhan mengaku, Densus 88 Antiteror terpaksa melakukan tindakan tegas dengan memberikan tembakan timah panas lantaran SU melakukan perlawanan saat ditangkap.
Bahkan, Ramadhan menjelaskan, sebelum melakukan tindakan tegas, Densus 88 Antiteror telah memberikan peringatan kepada SU untuk menyerahkan diri. Namun dia menolak dan kabur menggunakan mobil.
Menurutnya, SU dan Densus 88 Antiteror terlibat kejar-kejaran. Dalam kejar-kejaran tersebut SU mencoba menghambat laju mobil milik Densus 88 Antiteror.
Ramadhan menuturkan, dalam pengejarannya tersebut SU kehilangan kendali, dan menabrak kendaraan dan masyarakat umum yang melintas. Dikarenakan situasi yang dapat membahayakan jiwa petugas dan masyarakat. Sehingga petugas melakukan upaya paksa dengan melakukan tindakan tegas penembahakan.
Ramadhan mengatakan, Densus 88 Antiteror pun terpaksa menembak SU di bagian punggung dan pinggul. Tindakan itu dilakukan petugas karena takut ulah SU akan membahayakan masyarakat.
Ramdhan berujar, Pihak Densus 88 Antiteror pun sempat membawa SU itu ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawa dari terduga SU itu tidak tertolong.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Perkuat Kerja Sama Intelijen Hadapi Ancaman Terorisme, Indonesia Pimpin CTIF Council
Bill Gates Puji AI Meta Milik Zuckerberg, Muse Dinilai Mampu Mengubah Cara Orang Bekerja
KPK: Kerugian Negara dalam Kasus Bea Cukai yang Terkait PT Djarum Capai Triliunan
Prediksi Skor Everton vs Newcastle United: Tuan Rumah Tertekan, The Magpies Bidik Kemenangan
Prediksi Skor RANS Nusantara FC vs Kendal Tornado FC, Duel Ketat Tim Papan Atas Championship
Prediksi Skor Adelaide United vs Lion City Sailors: Duel Perebutan Posisi Puncak Grup F ACL Two
Prediksi Frosinone vs Lecce di Serie A: Ancaman Raimondo dan Masalah Pertahanan Tim Tamu
Prediksi Skor Frosinone vs Lecce: Canarini Bidik 4 Kemenangan Kandang Beruntun

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022