
ilustrasi pencabulan
JawaPos.com - Malang benar dialami Bunga (bukan nama sebenarnya), murid salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. Putri 13 tahun itu dicabuli pamannya sendiri sampai hamil dan melahirkan. Kasus tersebut pun menjadi perhatian Yayasan Nanda Dian Nusantara (YNDN) Pontianak.
Direktur YNDN Pontianak, Devi Tiomana mengungkapkan, kasus asusila yang dialami bocah di bawah umur itu terjadi Desember 2018. Pelaku pencabulan sudah diproses pihak Polres Mempawah.
"Korban masih berstatus pelajar aktif dan sekarang duduk di kelas 6 SD, di salah satu sekolah di Kecamatan Batu Ampar," katanya dikutip Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Senin (28/1).
Sang guru yang membongkar kehamilan anak malang tersebut. Sebab secara kasat mata, fisik korban sudah tak normal. Perutnya bengkak. Seperti orang hamil.
"Lalu, sang guru menginterogasi korban. Dan membawa korban ke pos polisi terdekat di Kecamatan Batu Ampar," jelasnya.
Awalnya, korban tertutup. Karena itu, guru dan polisi memutuskan membawa korban ke Puskesmas. Untuk diperiksa perutnya. "Setelah diperiksa, ternyata anak ini sudah hamil 8 bulan," jelasnya.
Dari situ mulai terkuak. Korban membuka semuanya kepada gurunya dan polisi. Bocah SD itu mengaku telah dicabuli pamannya sendiri.
"Sekarang korban sudah melahirkan. Bayinya selamat dan sehat," tegasnya.
Untuk dapat melahirkan, Bunga membutuhkan perjuangan berat. Dia harus berada di meja operasi. Melalui operasi cesar, Bunga melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,6 kg dan panjang 46 cm.
Devi memastikan, YNDN akan mengawal kasus tersebut. Korban akan diberi pendampingan khusus. Supaya tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Agar punya masa depan.
"Penangannya tidak boleh terburu-buru. Korban harus diberikan pemulihan psikis dan fisik," jelasnya.
Proses pendampingan korban akan dilakukan secara menyeluruh. Apalagi korban harus dipersiapkan untuk menjalani persidangan nanti. Masalah anak yang dilahirkan juga akan dibicarakan dengan kerabat Bunga.
“Siapa yang berkenan merawatnya. Kan gitu," ucapnya.
Devi mengatakan, perbuatan pelaku jelas kejahatan seksual luar biasa. Karena itu, dia berharap pelaku diadili seberat-beratnya. Apalagi, pelaku adalah paman korban sendiri.
Harusnya sang paman bisa melindungi korban. Namun sebaliknya, sang paman korban justru menjadi predator yang sangat kejam.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
