
Ilustrasi pencabulan. Seorang driver ojol di Surabaya perkosa putri kandung selama 3 tahun sejak SMP. Korban tertekan dan baru berani lapor pada 2026. (istimewa)
JawaPos.com - Ulah seorang driver ojek online (ojol) berinisial YS, 48 tahun, membuat publik geram. Bagaimana tidak, alih-alih melindungi sebagai ayah, ia malah mencabuli dan memperkosa putrinya selama tiga tahun.
Nasib pilu ini dialami remaja putri berinsial SDP, 17 tahun. Kasat PPA dan PPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari mengatakan aksi bejat sang ayah sudah dilakukan sejak tiga tahun lalu atau 2023.
Saat itu, korban masih duduk di bangku kelas VII SMP sampai berumur 17 tahun. "Dari kelas 1 SMP lah kurang lebih sampai dengan 1 SMA dilakukan oleh bapak kandungnya," tutur Melatisari di Surabaya, Senin (11/5)
Pada tahun 2023, tersangka pertama kali melakukan pencabulan kepada korban. Aksi tersebut terus berlanjut hingga pada 2025, YS mulai memaksa korban untuk melakukan hubungan badan.
Bahkan, ia melancarkan aksinya di rumah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak. Rumah tersebug berada di wilayah Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur.
"Ibunya ini ibu rumah tangga. Jadi, kalau ada pas ada pengajian mungkin apa, itu dilakukan. Kenapa anak ini tidak berani melapor karena tertekan ya, namanya orang tua. Dia (YS) memaksa jangan bilang siapa-siapa," imbuhnya.
Setelah mengalami rentetan perlakuan buruk sang ayah, korban akhirnya memberanikan diri cerita ke ibunda dan melaporkan YS ke Polrestabes Surabaya. Ia ditangkap pada 17 April 2026 lalu.
Laporan tersebut tercatat dalam LP/ B /895/ IV/ 2026/ SPKT/ POLRESTABES SURABAYA/ POLDA JAWA TIMUR. Dari hasil penyelidikan, tersangka mencabuli anaknya hampir seminggu hingga dua minggu sekali.
"Nah, itu kalau berapa kalinya juga yang bersangkutan lupa ya, tetapi rentan waktunya ya itulah mungkin antara seminggu sekali, entah seminggu dua kali. (Alasan pelaku karena) nafsu," ujar Melatisari.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
