
Aktivis Ratna Sarumpaet usai melakukan pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/9). Ratna baru-baru ini menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal di Bandung.
JawaPos.com - Kasus penganiayaan yang melukai aktivis #2019GantiPresiden Ratna Sarumpaet menyedot perhatian publik. Dalam sebuah foto yang viral di media sosial (medsos), tampak seluruh wajah Ratna mengalami luka lebam.
Ratna diduga menjadi korban pengeroyokan di Bandara Husein Sastranegara oleh orang tak dikenal. Menanggapi kejadian itu, elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku turut prihatin.
Wakil Ketua Badan Pemenangan Prabowo-Sandi itu bilang, gaya pengeroyokan yang menimpa Ratna Sarumpaet mirip dengan gaya Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Gaya ini hampir kaya gaya PKI. Saya ingin menegaskan. Apalagi saya kemarin baru dengar bagaimana melihat nobar G30S PKI. Persekusi terhadap Ratna, terus di beberapa tempat (dia) dihadang, ingin ada kecenderungan bentrok horizontal. Itu gaya PKI," kata Mardani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/10).
Mardani menengarai peristiwa yang menimpa Ratna Sarumpaet bisa jadi berkaitan dengan pilihan politik korban yang kerap bertentangan dengan pemerintah. Meski begitu, Mardani menyerahkan penyelidikan kepada aparat penegak hukum.
"Mbak Ratna bagaimanapun menghadapi sebuah kondisi yang harus kita dukung bersama. Kita lawan bersama. Dan kami akan selalu bahu-membahu," ungkapnya.
Mardani pun mendesak kepolisian mengusut tuntas kejadian yang menimpa Ratna. Menurutnya, penyelidikan ini dapat menjadi ujian integritas bagi Kepolisian Indonesia.
"Karena ini ujian bagi profesionalitas dan integritas dari kepolisian. Karena Mba Ratna dalam posisi berseberangan dengan pemerintah. Mbak Ratna dalam posisi yang sangat vokal. Dan sevokal apapun, kejadian seperti ini tidak dibenarkan," pungkasnya.
Sebelumnya, beredar sebuah foto perempuan yang wajahnya penuh dengan luka lebam. Perempuan tersebut dikabarkan adalah aktivis hak asasi manusia (HAM), Ratna Sarumpaet.
Saat dikonfirmasi, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan perempuan dengan penuh luka lebam itu tak lain adalah Ratna Sarumpaet. "Kemudian kita telepon Mbak Ratna. Jadi beliau dikeroyok," ujar Dahnil kepadaJawaPos.com, Selasa (2/10).
Dahnil menambahkan, pengeroyokan itu terjadi pada 21 September 2018 di Bandung, Jawa Barat. Saat itu Ratna Sarumpaet berada di bandara di Bandung. Kemudian dia dimasukkan ke dalam mobil dan dikeroyok oleh orang yang tidak ia ketahuinya.
Saat ditelepon oleh Prabowo Subianto, Ratna Sarumpaet sangat ketakutan dan mengalami trauma hebat. Sehingga Ratna tidak berani melaporkan kejadian itu ke siapapun.
"Ternyata beliau ketakutan dan trauma. Sehingga beliau tidak melaporkannya ke siapa-siapa. Jadi, kami tidak tahu kenapa beliau trauma," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Fraksi PKB Usulkan Pembentukan Pansus Tindak Lanjuti Putusan MK soal Ijazah Gibran
Prediksi Skor JDT vs Svay Rieng di ACC Cup: Harimau Selatan Diunggulkan Menang
Prediksi Lion City Sailors vs CAHN di ACC: Adu Kuat Tuan Rumah dengan Wakil Vietnam
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Alfa Penyintas Stroke Jalan Kaki 21 KM Dengan Rute Garuda

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022