Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Maret 2018 | 09.10 WIB

Banyak OTT Kepala Daerah, Zulhas Ingin Indonesia Tiru Amerika

Ketua MPR, Zulkifli Hasan - Image

Ketua MPR, Zulkifli Hasan

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terbilang masif melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada sejumlah kepala daerah jelang proses Pilkada Serentak 2018.


Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan menyatakan, hal itu terjadi karena biaya politik yang mahal dan sistem pemilihan kepala daerah yang dinilai belum baik.


"Oleh karena itu saya kira memang perlu segera ditindak, tidak boleh dibiarkan kalau begini. Kita harus benahi sistemnya," kata Zulhas di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).


Zulhas menyebut, jika biaya politik di Indonesia terbilang mahal, maka bisa saja mengadopsi sistem seperti Amerika Latin yang biaya politik sepenuhnya ditanggung oleh negara.


"Amerika berbeda kandidat boleh menggalang dana, tapi ada aturan yang jelas. Ini harus kita benahi," jelas Zulhas.


Sebelumnya, sebanyak enam kepala daerah terjaring OTT KPK jelang Pilkada Serentak 2018Yang teranayar, KPK menangkap Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra bersama ayahnya Asrun, yang merupakan Calon Gubernur Sulawesi Tenggara, dicokok KPK.


Keduanya diduga menerima suap proyek di daerah Sulawesi Tenggara.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore