Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2018 | 16.20 WIB

Tak Berani Usut Polisi, Pimpinan KPK Dituding Kehilangan Nyali

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) bersama Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kanan), di Gedung KPK Jakarta, Kamis (18/01) - Image

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak (kiri) bersama Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kanan), di Gedung KPK Jakarta, Kamis (18/01)

JawaPos.com - Pimpinan KPK dinilai selalu kehilangan nyali ketika berhadapan dengan kasus yang terkait dengan personel kepolisian. Hal ini dikatakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, menyoroti sikap Wakil Ketua KPK yang menyatakan menyerahkan pemeriksaan AKP Reza, Ajudan Setya Novanto kepada Propam Polisi, setelah 2 kali pemanggilan tidak datang, bahkan pihak kepolisian mempersilakan diperiksa di Mabes Polri saja.


“Menunjukkan sikap KPK yang memang selalu ‘pengecut’ dan kehilangan nyali bila menangani kasus terkait dengan pihak kepolisian dan Polri yang selalu berusah mempersulit penuntasan proses hukum bila terkait dengan personel mereka,” kata Dahnil, dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (18/01).


Adapun beberapa contohnya antara lain, kasus laporan dugaan suap senilai Rp 100 juta terhadap keluarga Siyono, terduga teroris yang meninggal tidak jelas di tangan Densus 88. Kemudian terakhir dugaan perusakan barang bukti oleh dua penyidik KPK dari kepolisian yang tidak jelas hukumannya. Dalam kasus ini kata Dahnil, justru pimpinan KPK kelihatan berusaha menutup-nutupi kasus tersebut.


“Yang paling akhir adalah kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang juga diduga melibatkan pihak kepolisian seperti yang sempat disinyalir Novel,”  tandas Pendiri Madrasah Antikorupsi tersebut.


Menurut Dahnil, jika sikap seperti ini dibiarkan terus terjadi, maka pihak kejaksaan, kehakiman, dan institusi hukum lain bisa bersikap sama dengan kepolisian, yakni akan menolak dan cenderung mempersulit personelnya untuk diperiksa dan diproses secara hukum. 

Sikap kehilangan nyali pimpinan KPK ini, kata Dahnil, bisa membuat penegakan hukum praktik korupsi yang melibatkan polisi tidak akan pernah terbongkar dan dituntaskan. Maka saat ini, penyidik-penyidik dan karyawan KPK diibaratkan seperti gerombolan singa pemberani yang dipimpin kambing-kambing. “Sehingga lama kelamaan bisa ikut mengembek bukan lagi mengaum,” sindir Dahnil


Terpisah, ketika dikonfirmasi perihal ketidakberaniannya mengusut Reza dan anggota Polri yang diduga terlibat dalam sengkarut rasuah, hingga berita ini ditulis, semua pimpinan KPK belum membalas pesan konfirmasi yang dilayangkan JawaPos.com. Demikian juga dengan Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore