
Novel Baswedan saat diwawancarai Jawa Pos di Singapura beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Kasus penyerangan yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan masih belum menemui titik temu. Padahal, Kapolda Metro Jaya telah menyebarkan sketsa wajah dua orang pelaku yang diduga menyiram air keras kepada mantan Kasatreskrim Polresta Bengkulu itu.
Menanggapi belum ditangkapnya pelaku penyiram air keras Novel, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya kini praktis hanya menunggu aksi nyata pihak kepolisian.
“Kami harap pelaku ditemukan dan diproses serta peristiwa penyerangan dapat segera diungkap agar teror, ancaman, dan serangan terhadap pihak-pihak yang memberantas korupsi tidak terjadi lagi ke depan,” ujar Febri kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/12).
Saat ini, usai melewati 257 hari atau lebih dari 8 bulan, Novel masih berada di Singapura dan harus melakukan rangkaian proses pengobatan, khususnya terhadap mata kirinya.
“Operasi pertama untuk memasang jaringan gusi yang akan menutupi bagian putih mata karena pertumbuhan belum maksimal, dilakukan operasi kedua," terangnya.
Febri menjelaskan, pertumbuhan di bagian putih Novel belum maksimal. Padahal pada bagian ini, berfungsi memasok pada bagian hitam mata. Karena belum tumbuh maksimal, maka operasi bagian hitam mata Novel baru dapat dilakukan setelah pertumbuhan bagian putih mata kiri maksimal.
“Diperkirakan masih butuh waktu 1 sampai 2 bulan lagi sebelum operasi bagian hitam, sehingga kemungkinan tahun depan Novel masih terpisah dengan keluarga dan koleganya karena belum dapat kembali ke Indonesia,” tuturnya.
Sebelumnya, pada Selasa (11/04) lalu, usai menunaikan salat subuh di Masjid dekat kediamannya, Novel disiram dengan air keras oleh oknum tak dikenal. Atas kejadian tersebut, dokter mendiagnosis sekitar 95% bagian mata kiri Novel rusak terpapar air keras tersebut.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
