
Setya Novanto di sela-sela sidang perkara kasus dugaan korupsi yang melilitnya di PN Tipikor Jakarta, Rabu (13/12)
JawaPos.com – Sidang perkara dugaan korupsi e-KTP atas nama terdakwa Setya Novanto sempat terhambat dan diskors dua kali karena Novanto bungkam dan mengaku sakit diare.
Namun, berdasarkan pemeriksaan dan hasil rekam medis dari dokter RSCM dan dokter yang tergabung dalam organisasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Novanto disimpulkan dalam kondisi cukup baik dan bisa menghadapi sidang kasus dugaan korupsi yang melilitnya.
Atas hasil rekam medis tersebut, akhirnya majelis hakim memutuskan untuk melanjutkan sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari JPU KPK, karena saat diberi kesempatan hakim agat diperiksa dokter lain, Novanto tak menggunakannya.
Menanggapi adanya hal itu, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengucapkan terima kasih pada tim dokter ahli RSCM dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) karena telah membantu dan mendukung setiap proses penyidikan dan penuntutan yang dilakukan KPK.
"KPK ucapkan terima kasih pada tim dokter ahli RSCM dan IDI. Pemberantasan korupsi memang butuh dukungan yang kuat dari berbagai pihak termasuk kalangan medis yang bekerja secara independen dan profesional," terang juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (14/12).
Febri berharap, dengan adanya kasus yang terjadi pada sidang e-KTP terdakwa Setya Novanto kemarin maupun kasus sakit sebelumnya, bisa menjadi pelajaran semua pihak yang menjadi tersangka atau terdakwa, atau bahkan saksi untuk tidak menggunakan alasan sakit yang dapat menghindari atau menunda proses hukum.
"Jika ada pihak yang merekayasa kondisi apalagi membantu seseorang menghindari atau bahkan menghambat proses hukum, tentu ada risiko pidananya," katanya.
Sebaliknya, jika saksi, tersangka, atau terdakwa benar-benar sakit, tentu dari hasil pemeriksaan objektif akan terlihat dan tindakan medis lanjutan dapat dilakukan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
