
Setya Novanto saat datang di gedung KPK, Minggu (19/11) malam.
JawaPos.com - Setya Novanto bungkam ketika Hakim Pengadilan Tipikor Yanto melontarkan sejumlah pertanyaan. Ketua DPR nonaktif itu seperti tak mendengar apa yang hakim bicarakan kepadanya.
Jaksa Penuntut Umum KPK Irene Putri menegaskan bahwa Novanto dalam keadaan siap untuk menghadiri persidangan. Sebab, pihaknya dengan bantuan tiga dokter dari IDI sudah melakukan pemeriksaan sekitar pukul 08.50 WIB. Adapun sidang Tipikor berlangsung pukul 10.15 WIB.
"Kami sudah berkordinasi dengan dokter. Disampaikan kondisi terdakwa dalam keadaan sehat dan layak untuk sidang," ujarnya kepada Majelis Hakim di PN Tipikor, Jakarta, Rabu (13/12).
Irene mengatakan, Novanto tadi mengaku mengalami diare sebanyak 20 kali. Namun dari laporan pengawal di Rutan KPK, Ketua Umum Partai Golkar nonaktif itu hanya dua kali ke toilet semalam pada pukul 23.00 WIB dan dini hari 02.30 WIB.
"Terdakwa tidur cukup nyenyak pukul delapan malam," jelas Irene.
Hakim Yanto lantas kembali bertanya kepada Novanto. Namun lagi-lagi dia tidak menjawabnya. Yanto pun berkata kepada penasihat hukum Novanto bahwa berdasarkan pemeriksaan IDI, kliennya dalam keadaan sehat.
"Pertanyaan saya, apakah ini memang tidak mendengar sebenarnya atau gimana?" cetus Yanto.
Ketua Tim Kuasa Hukum Novanto, Maqdir Ismail, mengatakan bahwa sejak awal mengalami kecelakaan, ada perbedaan pandangan dengan doker dari KPK dengan dokter dari pihaknya. Dia pun sebelum persidangan meminta agar kliennya diperiksa dari rumah sakit lain bukan dari KPK. Sayangnya, mereka tidak mendapatkan respons.
Irene lantas menjawab bahwa dokter yang menangani Novanto belakangan ini berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan dapat dipastikan pengalamannya di dunia medis. Akhirnya, para dokter tersebut pun dihadirkan.
Mereka menjelaskan bahwa gula darah, denyut nadi, dan tekanan darah Novanto saat diperiksa sebelum persidangan dalam kondisi yang baik. Kalaupun Novanto seketika tidak mendengar, bisa saja terjadi akan tetapi penyebabnya sangat kompleks.
Kondisi psikis bisa menyebabkan itu. Namun nyatanya Novanto masih bisa berjalan. Sebab jika memang ada pengaruh psikis, harusnya Novanto tidak bisa berjalan.
Irene lalu menegaskan bahwa Novanto dalam keadaan sehat. "Bagi kami penuntut umum, ini menunjukkan kebohongan yang dilakukan terdakwa," tegas dia.
Maqdir menyahut bahwa persoalan sakit tidak bisa ditentukan setiap orang. Dia menduga ada semacam kongkalikong antara KPK dan dokter dari IDI.
Namun Hakim Yanto mengulas pernyataan Irene bahwa dokter tersebut bukan dari rumah sakit yang sama. Dia meminta agar para dokter tersebur mengecek tekanan darah Novanto saat itu juga. Namun, Novanto langsung meminta izin untuk ke kamar kecil.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
