
Mantan Ketua MPR, Amien Rais
JawaPos.com - Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menolak jika dikaitkan dalam kasus pengadaan alat kesehatan (alkes) yang menjerat mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari.
Menurut Amien, dirinya tidak mengetahui uang yang didapat dari koleganya Soetrisno Bachir sebesar Rp 600 juta, berkaitan dengan kasus yang tengah diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pasalnya, tutur Amien, pada saat ditanyakan alasan Soetrisno Bachir memberikan uang itu ke dirinya, Soetrisno hanya mengaku uang itu diberikan atas perintah sang ibu.
"Amien Rais tidak pernah berbohong, takut apalagi," tegas Amin dalam konfrensi pers dikediamanya perumahan Taman Gandaria, Jakarta, Jumat (2/6).
Bahkan, ungkap mantan Ketua MPR ini, dirinya tidak takut terhadap Jaksa Penuntut Umum yang pada saat sidang kasus alkes menyebut namanya. Karena menurut Amien, jaksa adalah orang biasa yang tidak memiliki kemampuan istimewa.
"Jadi saya bukan sombong, tapi saya dididik oleh agama hanya takut kepada Allah," tegasnya.
Sebelumnya, uang korupsi mantan Menteri Kesehatan RI Siti Fadilah Supari diduga turut mengalir ke rekening mantan Ketua Majelis Kehormatan PAN Amien Rais.
Hal itu tercantum dalam surat tuntutan JPU KPK terhadap Siti Fadilah terkait kasus dugaan korupsi pengadaan Alkes, guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) tahun 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) Departemen Kesehatan.
Surat tuntutan itu dibacakan JPU KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (31/5). Dalam tuntutannya, Siti dinilai terbukti menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 6,1 miliar.
Dalam tuntutan, sejumlah uang yang diterima sebagai keuntungan pihak swasta terkait pengadaan alkes, diduga masuk ke rekening Amien Rais.
Menurut jaksa, dalam kegiatan pengadaan alkes untuk mengatasi KLB pada tahun 2005, Siti membuat surat rekomendasi mengenai penunjukan langsung.
Dia juga meminta agar kuasa pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen, Mulya A Hasjmy, menunjuk langsung PT Indofarma Tbk sebagai perusahaan penyedia barang dan jasa.
Awalnya, pada September 2005, Siti beberapa kali bertemu dengan Direktur Utama PT Indofarma Global Medika dan Nuki Syahrun selaku Ketua Sutrisno Bachir Foundation (SBF). Nuki adalah adik ipar dari Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Soetrisno Bachir.
Menurut jaksa, penunjukan langsung yang dilakukan Siti terhadap PT Indofarma merupakan bentuk bantuan Siti terhadap Partai Amanat Nasional (PAN). Pengangkatan Siti sebagai Menteri Kesehatan, disinyalir juga merupakan hasil rekomendasi Muhammadiyah.
Terkait duit Rp 600 juta ini, Nuki Syahrun memerintahkan Sekretaris pada Yayasan SBF, Yurida Adlaini, untuk memindahbukukan sebagian dana keuntungan PT Indofarma, kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan Siti Fadilah. Salah satunya adalah Amien Rais.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022